Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas tengah mengupayakan puluhan ribu pegawai di lingkungan Kemenag agar mendapatkan status ASN atau PPPK.
Upaya ini, kata Menag Yaqut untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai terutama guru yang non ASN.
“Masih ada sekitar 80.000 pegawai yang belum berstatus ASN atau PPPK (Pegawai Psmerintah dengan Perjanjian Kerja) akan kami upayakan,” ujar Yaqut saat memberikan pembinaan kepada sekitar 450 ASN dan Guru Kanwil Kemenag di Jawa Tengah, Sabtu (30/12).
Dalam pemaparannya, Yaqut menuturkan agar jajarannya memastikan layanan publik berjalan dengan baik. Guru juga harus fokus dalam mendidik dan mengantarkan siswa menjadi generasi emas.
“Pelayanan publik tidak boleh berhenti karena tahun politik. Guru hendaknya tetap fokus dengan pendidikan siswa dan mengantarkannya menjadi generasi emas,” ujarnya dikutip, Senin (1/1).
Disamping itu, Yaqut juga meminta guru untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran kepada siswa. Menurut Yaqut, kunci kesuksesan itu bukan pintar, tapi kejujuran.
“Karena kalau menuntut siswa pintar, teknologi itu lebih pintar dan guru telah gagal mengambil perspektif tujuan pendidikan,” tuturnya.
Selanjutnya, Yaqut menyampaikan Kemenag telah menerbitkan SK Inpassing bagi 98.972 guru madrasah bukan ASN. SK ini terbit setelah mereka menunggu selama 12 tahun.
Atas SK Inpassing ini, mereka telah menerima pencaiaran tunjangan inpassing selama tiga bulan, yaitu Oktober, November dan Desember 2023. Totalnya mencapai Rp321,8 miliar dari dana relokasi dari Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) Kementerian Keuangan.
Foto : Kemenag
