Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof. Brian Yuliarto mendorong penguatan kolaborasi perguruan tinggi, industri, dan pemerintah untuk mengoptimalkan potensi mineral dan minyak serta gas bumi (migas) di Tanah Papua.
Penguatan riset, laboratorium, dan sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci agar kekayaan alam Papua memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat setempat.
Hal tersebut disampaikan Brian dalam Seminar Nasional “Potensi Mineral dan Migas sebagai Akselerator Pembangunan di Tanah Papua” di Jakarta, Rabu (21/10).
Forum yang diselenggarakan Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) Papua–Papua Barat itu membahas strategi pengembangan sumber daya alam untuk mendorong pembangunan Papua.
Dalam paparannya, Brian mendorong perguruan tinggi di Papua memperluas kerja sama dengan kampus-kampus unggulan di Jawa, termasuk Institut Teknologi Bandung (ITB). Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat fasilitas laboratorium dan memungkinkan pengujian serta kegiatan akademik dilakukan di Papua tanpa selalu bergantung pada fasilitas di Jawa.
Ia juga mengusulkan keterlibatan dosen dari perguruan tinggi di Jawa melalui kunjungan rutin setiap dua hingga tiga bulan. Langkah ini diharapkan mempercepat transfer teknologi, meningkatkan kapasitas dosen dan mahasiswa, serta mendukung pengembangan laboratorium yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
Brian menegaskan bahwa pembangunan SDM merupakan faktor penting dalam mengoptimalkan kekayaan alam. Menurutnya, kemajuan suatu negara tidak hanya ditentukan oleh melimpahnya sumber daya alam, tetapi juga oleh kemampuan masyarakatnya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
Karena itu, ia menyampaikan rencana dukungan pendanaan riset khusus bagi Papua, dengan prioritas pada kebutuhan dan persoalan yang relevan di daerah tersebut. Penelitian di bidang biologi dan sektor lainnya diharapkan tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga memberikan solusi nyata serta dapat dimanfaatkan industri.
Brian turut mendorong peningkatan jumlah mahasiswa asal Papua di ITB melalui program afirmasi, termasuk kemungkinan penyediaan matrikulasi untuk membantu calon mahasiswa mempersiapkan diri mengikuti pendidikan tinggi.
Ia juga mengajak perusahaan, termasuk PT Freeport Indonesia, menyampaikan persoalan industri kepada perguruan tinggi agar dapat dikembangkan menjadi topik penelitian, riset terapan, dan tugas akhir mahasiswa.
Melalui kolaborasi tersebut, Brian berharap potensi mineral Papua, termasuk emas dan komoditas lainnya, dapat dikaji dan dikembangkan secara lebih optimal.
Penguatan sinergi kampus dan industri sejalan dengan dorongan Kemdiktisaintek agar perguruan tinggi menghasilkan riset dan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung pengembangan ekonomi daerah.
Dengan demikian, pengembangan potensi mineral dan migas Papua diharapkan tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan sumber daya alam, tetapi juga pada peningkatan kapasitas SDM lokal, penguasaan teknologi, dan penciptaan nilai tambah bagi pembangunan daerah.
