Peran Penting Sektor UMKM Dalam Perekonomian Nasional

Penulis : Ponco | Editor : Lina F | Foto : Kemendag

Jakarta, GPriority.co.id – Saat ini, Indonesia menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi dibanding negara lainnya. Contohnya seperti, Amerika Serikat, Korea Selatan, Singapura, dan Uni Eropa. Diperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 mencapai kisaran 4,5 hingga 5,3%.

“Pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap sektor wirausaha. Melalui Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional Tahun 2021-2024. Pemerintah telah menetapkan kebijakan yang dijadikan pedoman bagi kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam melakukan pengembangan kewirausahaan nasional,” ungkap Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga dalam keterangan resminya di Jakarta, pada (4/11).

Menurut Jerry, sektor kewirausahaan Indonesia terdiri dari usaha besar serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). UMKM sendiri merupakan produsen terbesar produk dalam negeri dan menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Pada 2021 tercatat lebih dari 65 juta UMKM di Indonesia.Sektor UMKM mampu menyerap hingga 97% tenaga kerja, memberikan andil sebesar 60,3% terhadap produk domestik bruto dan 14,4% terhadap ekspor nasional.

Karena itulah UMKM dikatakan sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Untuk mendukung sektor tersebut, pemerintah telah menetapkan regulasi yang bertujuan untuk kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan koperasi dan UMKM.

Adapun bentuk regulasi yang diberikan seperti; fasilitasi, sertifikasi, standarisasi, pelayanan bantuan hukum, pemulihan melalui restrukturisasi kredit, bantuan permodalan, hingga fasilitasi peningkatan akses pasar.

“Beberapa program Kemendag dalam mendukung UMKM diantaranya; fasilitasi pengembangan produk, kemasan, branding produk, promosi, hingga kampanye program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI),” jelas Wamendag.

Disamping itu, Wamendag juga menyampaikan, para pelaku usaha dapat memanfaatkan hasil perjanjian perdagangan yang telah dilakukan dengan banyak negara mitra. Saat ini, Indonesia tercatat memiliki 37 perjanjian perdagangan yang telah ditandatangani dan diimplementasikan.

Kemendag juga memiliki 45 perwakilan perdagangan (perwadag) yang tersebar di 31 negara. ke depan Jerry berharap, semakin banyak kolaborasi positif yang melibatkan UMKM. Mulai dari pihak bank, dinas perdagangan, serta pihak terkait lainnya.

“Diskusi produktif harus terus dilakukan untuk membuat sektor wirausaha semakin kuat dan berdaya. Pemerintah akan selalu siap mendukung,” ucapnya.