Perkuat Kepercayaan Publik, BAZNAS Siapkan Strategi Zakat yang Lebih Berdampak

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc./Foto : Dok. YouTube BAZNAS RI Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc./Foto : Dok. YouTube BAZNAS RI

Jakarta, GPriority.co.id – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus mendorong penguatan ekosistem zakat yang produktif, kolaboratif, dan berdampak luas bagi masyarakat.

Upaya tersebut menjadi salah satu fokus dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS bertema Perkuat Zakat Produktif dan Berdampak yang digelar di Hotel Grand Mercure, Jakarta, Kamis (15/10).

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menekankan pentingnya membangun budaya penghargaan dan apresiasi kepada para muzaki atau orang yang menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Menurutnya, pemberian penghargaan merupakan bentuk pengakuan atas kontribusi para muzaki sekaligus motivasi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berzakat.

Ia menjelaskan, pemberian apresiasi tersebut sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an, yang mengajarkan pentingnya mendoakan dan memberikan penghargaan kepada orang-orang yang menunaikan zakat.

“Untuk zakat dan sedekah, ada dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu boleh disampaikan kepada publik dan memberikan penghargaan kepada mereka yang telah membayarkan zakat, infak, dan sedekah,” ujar Sodik dalam sambutannya.

Lebih lanjut Sodik menambahkan, pelaksanaan Rakornas dan pemberian penghargaan juga merupakan bagian dari implementasi arah strategis BAZNAS 2026–2031. Salah satu prioritasnya adalah membangun ekosistem yang produktif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, sekaligus memperkuat jejaring dan kolaborasi lintas sektor.

Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah daerah, kementerian, lembaga, serta berbagai unsur masyarakat menjadi faktor penting dalam memperluas dampak pengelolaan zakat. Selain itu, BAZNAS terus didorong untuk melakukan perbaikan dan inovasi dalam penyelenggaraan program maupun pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menjelaskan mekanisme penghargaan BAZNAS yang terdiri atas lima tingkatan, mulai dari penghargaan bintang satu hingga bintang empat, serta puncaknya berupa Grand Award. Proses penilaian melibatkan jajaran internal BAZNAS dan tokoh-tokoh eksternal yang memiliki kompetensi di bidangnya.

Lebih lanjut, Sodik menegaskan pentingnya membangun BAZNAS sebagai lembaga yang semakin dikenal, dipercaya, mudah dijangkau, solutif, dan membanggakan masyarakat. Penguatan akses layanan melalui kerja sama dengan berbagai pihak dan pemanfaatan teknologi juga menjadi bagian dari upaya mempermudah masyarakat menunaikan zakat.

Ia berharap, Rakornas BAZNAS dapat memperkuat kerja sama, meningkatkan rasa saling menghargai, serta mendorong seluruh jajaran BAZNAS untuk terus berprestasi dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Melalui penguatan kolaborasi dan kepercayaan publik, BAZNAS diharapkan semakin optimal dalam mengelola zakat secara produktif sehingga mampu mendukung pemberdayaan masyarakat dan menghadirkan dampak nyata bagi kesejahteraan umat.