Jakarta, GPriority.co.id – Israel melancarkan serangan yang menargetkan pimpinan Hamas di ibu kota Qatar, Doha, pada Selasa (9/9). Serangan ini menimbulkan kekhawatiran besar terhadap negosiasi gencatan senjata di Gaza, mengingat Qatar adalah aktor kunci dalam upaya damai tersebut.
Upaya untuk mengakhiri perang kini tampak semakin jauh dari genggaman.
Akibat serangan ini, kelompok Hamas mengonfirmasi bahwa enam orang tewas, termasuk salah satu putra dari negosiator utama Hamas.
Otoritas Qatar sendiri mengutuk keras serangan mematikan tersebut di wilayahnya, yang menargetkan rumah sejumlah anggota biro politik Hamas yang tinggal di sana.
Berbagai kecaman pun diterima Israel akibat serangan ini. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, angkat bicara dan mengatakan bahwa ia “tidak senang dengan seluruh situasi ini,” meskipun Tel Aviv telah mengabari Washington D.C. terlebih dahulu sebelum melancarkan serangan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, António Guterres, juga mengecam serangan itu melalui juru bicaranya. Ia menegaskan peran penting Qatar dalam upaya penghentian perang di Gaza.
“Qatar telah memainkan peran yang sangat positif untuk mencapai gencatan senjata dan pembebasan semua sandera,” tegas juru bicara PBB.
Arab Saudi pun tak tinggal diam. Melalui Kementerian Luar Negerinya, mereka mengutuk keras pemboman Israel di Qatar pada Selasa lalu. Tindakan Israel ini disebut sebagai agresi yang brutal dan pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan Negara Qatar.
Arab Saudi memberikan solidaritas penuh kepada Qatar dan mengingatkan Israel akan konsekuensi dari serangan tersebut, mengingat tindakan itu jelas melanggar hukum internasional.
Pewarta: Rizqi Juned
Editor: Dimas A Putra
