Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Agama akan menggelar sidang penetapan awal Syawal 1446 H pada 29 Ramadan yang bertepatan 29 Maret 2025.
“Kami akan menggelar sidang isbat awal Syawal, pada 29 Maret 2025. Sebagaimana biasanya, sidang isbat selalu digelar pada tanggal 29 Syakban untuk menetapkan awal Ramadan, 29 Ramadan untuk menetapkan awal Syawal, dan 29 Zulkaidah untuk menetapkan awal Zulhijjah,” kata Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad dikutip, Rabu (19/3).
Penggunaan metode hisab dan rukyat dalam penentuan awal Syawwal merupakan pelaksanaan dari ajaran Islam.
Menurut Abu Rokhmad, hal ini sejalan dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia No 2 Tahun 2024 tentang Penetapan Awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah.
Dalam fatwa itu disebutkan, penetapan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah dilakukan berdasarkan metode hisab dan rukyah oleh Pemerintah RI cq Menteri Agama dan berlaku secara nasional.
Apakah Lebaran Pemerintah dan Muhammadiyah berbarengan?
Diketahui, Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengumumkan bahwa hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1446 Hijriah yang jatu pada pada 31 Maret 2025.
Penetapan 1 Syawal 1446 H ini tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2025 tentang penetapan Hisab Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah 1446 Hijriah.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan kemungkinan bahwa pemerintah dan Muhammadiyah bakal merayakan Lebaran 2025 pada hari dan tanggal yang sama alias barengan.
Maka itu, baik Muhammadiyah dan pemerintah diperkirakan menetapkan awal puasa dan akhir serentak.
“Jadi, kemarin itu puasanya bareng, kemudian nanti insya Allah diharapkan Lebaran-nya juga bareng,” ujar Nasaruddin dikutip GPriority.
Editor: Novita Intan
Foto: istimewa
