Squishy Dumpling Ditarik di 3 Negara, Ada Apa dengan Mainan Viral Ini?

Mainan squishy dumpling yang kini tengah viral di kalangan anak-anak ternyata mengandung zat berbahaya, benzena/Foto : Dok. Istimewa Mainan squishy dumpling yang kini tengah viral di kalangan anak-anak ternyata mengandung zat berbahaya, benzena/Foto : Dok. Istimewa

Jakarta, GPriority.co.id – Mainan sensorik squishy dumpling yang populer di kalangan anak-anak kini menjadi sorotan setelah produk sejenis ditarik atau dibatasi peredarannya di Amerika Serikat, Inggris, dan Laos.

Di balik bentuknya yang menggemaskan serta teksturnya yang kenyal, sejumlah produk ditemukan memiliki risiko keselamatan, mulai dari bahaya tertelannya manik air hingga kandungan benzena berlebih.

Di Amerika Serikat, Komisi Keamanan Produk Konsumen (Consumer Product Safety Commission/CPSC) mengumumkan penarikan sejumlah merek squishy dumpling pada 2026. Salah satunya, Rainbow Mystery Squishy Bun, ditarik pada 3 September 2026 sebanyak sekitar 7.200 unit karena mengandung water beads yang dapat mengembang melebihi batas aman. Produk Squeezy Dumplings yang dijual melalui Amazon juga ditarik dengan jumlah sekitar 8.000 unit pada tanggal yang sama.

Menurut CPSC, manik air yang tertelan dapat mengembang di dalam tubuh anak dan menyebabkan tersedak, sumbatan usus, muntah, dehidrasi, hingga risiko kematian. Lembaga tersebut meminta konsumen segera menghentikan penggunaan produk yang masuk dalam daftar penarikan. Hingga pengumuman penarikan tersebut, tidak ada insiden cedera yang dilaporkan untuk kedua produk itu.

Sementara itu, Inggris menyoroti risiko bahan kimia pada produk Squeezy Dumplings yang dijual oleh Samsons Cash and Carry Ltd. Berdasarkan laporan resmi Office for Product Safety and Standards (OPSS) tertanggal 25 Juni 2026, lapisan luar mainan mengandung benzena sebesar 20 mg/kg. Angka ini empat kali lipat dari batas 5 mg/kg yang disebutkan dalam referensi pengujian tersebut. Produk kemudian ditarik dari konsumen karena dinilai menimbulkan risiko kimia serius.

Paparan benzena dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan. Paparan berlebihan dalam jangka panjang juga berkaitan dengan peningkatan risiko kanker. Namun, temuan pada produk tertentu tidak berarti seluruh mainan squishy mengandung benzena dalam kadar berbahaya.

Di Laos, Kementerian Industri dan Perdagangan menghentikan impor serta penjualan squishy yang tidak bersertifikat mulai 28 Juli 2026. Kebijakan itu dikeluarkan setelah inspeksi pasar menemukan sebagian mainan impor mengandung benzena berlebih. Media Laotian Times melaporkan, pemerintah memperingatkan potensi risiko kesehatan, meski belum ada kasus yang terkonfirmasi terkait mainan tersebut di negara itu.

Temuan di tiga negara ini menjadi pengingat bagi orang tua di Indonesia agar lebih cermat memilih mainan anak. Periksa label, produsen, dan informasi keselamatan produk. Hindari mainan yang mudah robek, mengeluarkan isi di dalamnya, atau tidak memiliki informasi keamanan yang jelas. Jika produk masuk daftar penarikan resmi, segera hentikan penggunaannya dan jauhkan dari jangkauan anak.