Waspada! Undangan Meeting Palsu Jadi Modus Baru Penipuan Siber

Sublime Security pada 17 September 2026 mencatat lonjakan serangan ICS phishing, yakni penyalahgunaan undangan kalender untuk melancarkan serangan siber/Foto : Dok. Sublime Security Sublime Security pada 17 September 2026 mencatat lonjakan serangan ICS phishing, yakni penyalahgunaan undangan kalender untuk melancarkan serangan siber/Foto : Dok. Sublime Security

Jakarta, GPriority.co.id – Undangan meeting yang muncul di email atau kalender digital tidak selalu aman. Penjahat siber kini memanfaatkan undangan rapat palsu untuk menyebarkan tautan berbahaya dan memasang malware yang berpotensi memberikan akses ke perangkat korban.

Laporan perusahaan keamanan siber Sublime Security pada 17 September 2026 mencatat lonjakan serangan ICS phishing, yakni penyalahgunaan undangan kalender untuk melancarkan serangan siber. Jumlah serangan meningkat 282 persen pada Juni dibandingkan Mei, naik 338 persen pada Juli, kemudian melonjak 1.216 persen pada Agustus dibandingkan Juli.

Modus ini memanfaatkan file berformat ICS yang digunakan untuk menyimpan informasi rapat atau janji temu. Pada sejumlah layanan email dan kalender, undangan dapat muncul otomatis sebelum pengguna menerima atau menolaknya. Akibatnya, korban bisa terpapar ancaman melalui kotak masuk sekaligus kalender digital.

Modus Penipuan Berkedok Undangan Rapat

Dalam salah satu kasus yang diungkap Sublime, pelaku mengirimkan undangan Google Calendar dengan alasan membahas pengembalian dana atau tagihan yang belum diselesaikan. Undangan tersebut menyertakan tautan untuk mengunduh dokumen yang diklaim sebagai nota kredit.

Namun, file yang ditawarkan ternyata merupakan instalasi perangkat lunak berbahaya. Jika dijalankan, file tersebut dapat memasang ScreenConnect, perangkat lunak akses jarak jauh yang dalam kasus ini disalahgunakan untuk menghubungkan perangkat korban dengan server yang dikendalikan penyerang.

Sublime menjelaskan bahwa penggunaan layanan tepercaya seperti Gmail dan Google Calendar membuat serangan ini lebih sulit dikenali. Selain itu, undangan yang masuk ke kalender berpotensi lolos dari pemeriksaan keamanan yang hanya berfokus pada email.

Cara Menghindari Penipuan Undangan Meeting

Untuk mengurangi risiko, pengguna perlu memeriksa alamat email pengirim, memastikan agenda rapat memang dikenal, serta mewaspadai tautan dan lampiran yang tidak diminta.

Jangan mengunduh atau memasang aplikasi hanya karena instruksi dalam undangan kalender. Jika undangan terasa mencurigakan, konfirmasikan agenda melalui nomor telepon atau saluran komunikasi resmi yang sudah diketahui.

Pengguna juga dapat memeriksa pengaturan kalender agar undangan dari email tidak otomatis ditambahkan tanpa pemeriksaan. Jika menemukan agenda mencurigakan, hindari mengeklik tautannya dan laporkan kepada penyedia layanan atau tim teknologi informasi jika menggunakan perangkat kantor.

Modus ICS phishing menunjukkan bahwa undangan yang tampil di kalender bukan jaminan keamanan. Kewaspadaan terhadap pengirim, isi pesan, dan permintaan mengunduh file tetap menjadi langkah penting untuk mencegah penipuan siber.