Jakarta, GPriority.co.id – Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, belakangan ini terus menjadi sorotan usai mendeklarasikan dirinya sebagai Calon Gubernur Daerah Khusus Jakarta, bersama Suswono yang akan menjadi Calon Wakil Gubernurnya. Begitu juga dengan deretan program utama yang dijanjikannya jika terpilih nanti.
Ridwan Kamil mengatakan jika dirinya telah menyiapkan 70 program untuk Jakarta. Namun ada 3 program yang ia utamakan. Beberapa diantaranya seperti Giant Sea Wall (untuk mengatasi banjir), apartemen di atas pasar (untuk mengatasi Jakarta yang padat penduduk), dan Happiness Project (agar car free day tidak hanya ada di satu titik).
Mendengar hal tersebut, banyak warga yang merasa ragu dengan Ridwan Kamil mengingat banyaknya proyek ghoib yang berakhir tanpa kepastian di Jawa Barat, daerah yang ia pimpin sebelumnya.
Lantas, apa sajakah proyek ghoib Ridwan Kamil di Jawa Barat?
Pertama, Cable Car.
Rencana pembangunan Cable Car sebenarnya sudah muncul sejak tahun 2012. Dada Rosada, Wali Kota Bandung saat itu, bahkan sudah melakukan peletakan batu pertama. Namun karena terbentuk beberapa aturan, proyek tersebut akhirnya terhenti hingga saat ini pun tak ada kabar lanjutan lagi.
Kedua, Metro Kapsul.
Di tahun 2017, masyrakat Bandung dihebohkan dengan rencana pembangunan Metro Kapsul yang merupakan LRT berbasis teknologi ramah lingkungan. Metro Kapsul diharapkan dapat menjadi transportasi andalan masyarakat Bandung dan dapat mengurangi kemacetan disana. Peletakan batu pertama pun dilakukan di bulan Mei 2017, dan sempat dijanjikan bisa digunakan mulai 2018. Namun proyek ini mengalami penundaan sampai 7 tahun lamanya.
Ketiga, Teras Cihampelas Walk.
Pada 2014, Ridwan Kamil menggagas mega proyek ini dengan tujuan menata kumuhnya pedagang kaki lima yang mengganggu lalu lintas. Dengan alokasi anggaran berjumlah fantastis sebesar Rp40 miliar, proyek ini ditargetkan rampung pada tahun yang sama. Namun proses pembangunannya molor hingga baru selesai di tahun 2017. Sayangnya, keindahan Teras Cihampelas Walk tak bertahan lama, hanya sekitar 2 tahun. Setelahnya, tempat tersebut menjadi tidak terawat dan kumuh.
Foto : PKS
