Jakarta, GPriority.co.id – Bulan Ramadan identik dengan aneka hidangan lezat saat berbuka puasa. Namun tanpa disadari, pola makan yang kurang tepat justru bisa membuat berat badan naik drastis selama bulan suci.
Banyak orang mengira puasa otomatis menurunkan berat badan, padahal faktanya tidak selalu demikian.
Menurut para ahli gizi, kunci utama menjaga berat badan saat puasa terletak pada pola berbuka dan sahur yang seimbang.
Kesalahan paling umum adalah langsung mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak dalam jumlah besar saat azan Maghrib berkumandang. Kebiasaan ini dapat memicu lonjakan gula darah yang signifikan.
Idealnya, berbuka diawali dengan air putih dan makanan manis alami seperti kurma. Setelah itu, beri jeda sebelum menyantap makanan utama. Cara ini membantu sistem pencernaan beradaptasi setelah hampir 14 jam tidak menerima asupan.
Selain itu, penting memperhatikan komposisi makanan. Pastikan ada karbohidrat kompleks, protein, serat, serta lemak sehat dalam satu piring.
Hindari gorengan berlebihan karena kandungan lemak jenuhnya dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi.
Tak kalah penting, tetap aktif bergerak selama Ramadan. Olahraga ringan seperti jalan kaki setelah tarawih dapat membantu menjaga metabolisme tetap stabil. Dengan pola makan dan aktivitas yang tepat, puasa justru bisa menjadi momen detoks alami bagi tubuh.
Jadi, jangan asal berbuka. Dengan strategi yang benar, puasa bukan hanya ibadah, tetapi juga kesempatan emas untuk memperbaiki pola hidup dan menjaga berat badan tetap ideal.
