Dokter 105 Tahun Ungkap Kunci Panjang Umur: Bukan Sekadar Makan Sehat!

Dr. Shigeaki Hinohara, dokter Jepang yang tetap aktif bekerja hingga usia lanjut dan meninggal dunia pada usia 105 tahun pada 2017, dikenal karena pandangannya mengenai hidup sehat, kebiasaan sehari-hari, serta pentingnya tetap memiliki tujuan hidup/Foto : Dok. King Goya Dr. Shigeaki Hinohara, dokter Jepang yang tetap aktif bekerja hingga usia lanjut dan meninggal dunia pada usia 105 tahun pada 2017, dikenal karena pandangannya mengenai hidup sehat, kebiasaan sehari-hari, serta pentingnya tetap memiliki tujuan hidup/Foto : Dok. King Goya

Jepang, GPriority.co.id – Panjang umur bukan hanya soal angka. Dr. Shigeaki Hinohara, dokter Jepang yang tetap aktif bekerja hingga usia lanjut dan meninggal dunia pada usia 105 tahun pada 2017, dikenal karena pandangannya mengenai hidup sehat, kebiasaan sehari-hari, serta pentingnya tetap memiliki tujuan hidup.

Hinohara merupakan salah satu tokoh penting dalam perkembangan pengobatan preventif di Jepang. Ia bekerja di St. Luke’s International Hospital sejak 1941 dan terus memberikan kontribusi di bidang kesehatan hingga usia sangat lanjut. Ia juga menulis buku Ikikata Jozu atau How to Live Well yang membahas cara menjalani kehidupan dengan lebih positif.

Dalam pandangannya, kesehatan tidak semata-mata ditentukan oleh makanan atau rutinitas medis. Hinohara mendorong orang untuk tetap aktif, memiliki kegiatan yang bermakna, terbuka terhadap pengalaman baru, serta menjaga hubungan dengan orang lain.

Dalam wawancara dengan The Japan Times, Hinohara pernah mengatakan bahwa energi seseorang dapat muncul dari perasaan bahagia dan menikmati aktivitas, bukan hanya dari makan atau tidur. Ia juga menekankan pentingnya tidak terlalu membebani kehidupan dengan terlalu banyak aturan.

Pandangan tersebut sejalan dengan berbagai penelitian mengenai umur panjang dan kualitas hidup lansia. Studi terhadap lansia di Jepang menunjukkan bahwa aktivitas fisik, pola makan, dan partisipasi sosial berkaitan dengan kemampuan mempertahankan kehidupan aktif. Kombinasi ketiga faktor tersebut bahkan dikaitkan dengan hasil yang lebih baik dibandingkan hanya mengandalkan satu kebiasaan.

Penelitian lain terhadap kelompok centenarian di Jepang juga menemukan hubungan antara kebiasaan berolahraga dan kualitas hidup yang lebih baik. Faktor seperti kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari, fungsi kognitif, serta kondisi psikologis turut menjadi bagian penting dari proses penuaan yang sehat.

Karena itu, pesan Hinohara dapat dipahami bukan sebagai janji bahwa seseorang dapat menghindari penyakit hanya dengan pola hidup tertentu, melainkan sebagai pengingat bahwa kualitas hidup dan kebiasaan sehari-hari berperan penting dalam proses penuaan.

Hinohara sendiri dikenal terus bekerja dan melayani pasien hingga beberapa bulan sebelum meninggal. Bagi dirinya, usia bukan alasan untuk berhenti berkarya.

Pesan tersebut membuat kisah dokter Jepang ini tetap relevan hingga kini: panjang umur bukan sekadar menambah jumlah tahun, tetapi bagaimana seseorang mengisi tahun-tahun tersebut dengan aktivitas, hubungan sosial, kesehatan, dan tujuan yang bermakna.