Tanjung Selor, GPriority.co.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara meraih penghargaan Terbaik II Nasional dari pemerintah pusat atas keberhasilannya memperluas dan memeratakan akses layanan pendidikan.
Penghargaan tersebut diterima langsung Wakil Gubernur Kalimantan Utara Ingkong Ala dalam prosesi penganugerahan yang digelar Kementerian Dalam Negeri di Balikpapan pada awal September (03/9) lalu.
Terkait apresiasi tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Utara Hasanuddin, S.Pd., M.Si., mengatakan, penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi terhadap kerja keras tenaga pendidik, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam meningkatkan layanan pendidikan di wilayah perbatasan.
“Penghargaan ini bukan sekadar piala, melainkan validasi atas kerja keras seluruh elemen, mulai dari tenaga pendidik, jajaran pemerintah provinsi, hingga masyarakat,” ujar Hasanuddin.
Menurut dia, Kaltara memiliki tantangan geografis berupa wilayah kepulauan, pesisir, serta pedalaman dan pegunungan. Namun, kendala tersebut dapat diatasi melalui komitmen pemerintah, alokasi anggaran yang tepat, dan sinergi berbagai pihak.
Hasanuddin menjelaskan, pencapaian itu merupakan hasil intervensi kebijakan yang disusun secara komprehensif dan sejalan dengan visi pembangunan Kaltara, yakni “Terwujudnya Fondasi Transformasi Kalimantan Utara yang Kokoh sebagai Beranda Depan NKRI yang Maju, Makmur, dan Berkelanjutan”.
Salah satu fokus utama kebijakan tersebut ialah penguatan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas layanan pendidikan. Program yang dijalankan mencakup perluasan akses pendidikan, pemerataan guru dan sarana pendidikan, serta peningkatan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik.
Adapun sejumlah program yang mendorong pencapaian tersebut antara lain Beasiswa Kaltara Unggul, pemerataan infrastruktur pendidikan, serta pemberian bantuan pendamping bagi peserta didik kurang mampu yang belum terakomodasi dalam Program Indonesia Pintar (PIP).
Berdasarkan Rapor Pendidikan 2025, angka partisipasi sekolah penduduk usia 16–18 tahun di Kaltara mencapai 81,92 persen. Angka itu meningkat 3,04 persen dibandingkan capaian pada 2024.
Selain pendidikan menengah, Pemprov Kaltara juga memberikan perhatian terhadap akses pendidikan tinggi. Dukungan diberikan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri, termasuk Universitas Borneo Tarakan.
Pada 2026, Pemprov Kaltara melepas 66 siswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Jiangsu Agri-Animal Husbandry Vocational College, Tiongkok.
Meski demikian, Hasanuddin mengakui masih terdapat sejumlah kecil anak tidak sekolah atau putus sekolah. Kondisi tersebut umumnya dipengaruhi persoalan sosial dan ekonomi.
Untuk mengatasi masalah itu, Pemprov Kaltara melalui Dinas Pendidikan melaksanakan program pendidikan jarak jauh bagi jenjang pendidikan menengah pada 2026. Program tersebut ditujukan untuk membantu anak putus sekolah dan anak usia sekolah agar dapat kembali mengikuti pendidikan melalui pembelajaran daring.
Pembelajaran dilaksanakan secara fleksibel sesuai ketersediaan waktu peserta didik. Mereka dibimbing tutor yang telah mendapat pelatihan dan dipersiapkan untuk mendukung proses pembelajaran.
Hingga 2026, sebanyak 30 siswa di Kaltara mengikuti program pendidikan jarak jauh dengan SMAN 1 Tarakan sebagai sekolah induk. Program tersebut didukung tiga sekolah mitra, yakni SMAN 1 Nunukan, SMAN 1 Malinau, dan SMAN 1 Tanjung Palas.
Foto : Biro Adpim Kaltara
