Jakarta, GPriority.co.id – Ramadan merupakan momen yang paling dinanti umat Islam. Selain menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah dan meraih pahala sebanyak-banyaknya sebagai bekal di akhirat, bulan suci ini juga kerap dimanfaatkan untuk memperbaiki pola hidup, termasuk menurunkan berat badan.
Namun, tak sedikit orang justru mengalami kenaikan berat badan selama Ramadan. Hal ini umumnya disebabkan pola makan yang kurang terkontrol saat sahur maupun berbuka puasa.
Karena itu, penting memahami cara diet yang tepat selama Ramadan agar berat badan dapat turun secara sehat dan tetap bugar saat berpuasa.
Praktisi Kesehatan Masyarakat sekaligus Kepala Seksi Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Tamansari, dr. Ngabila Salama, membagikan sejumlah tips menjaga pola makan dan gaya hidup sehat selama Ramadan.
Saat sahur, disarankan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang sesuai konsep “Isi Piringku”. Karbohidrat dapat dipilih dari nasi, diutamakan beras merah, atau roti gandum. Lengkapi dengan sayur dan buah tinggi serat, serta lauk tinggi protein hewani seperti telur, daging, ikan, atau ayam. Hindari makanan manis dan gorengan. Minum dua gelas air putih sebelum dan sesudah sahur, serta usahakan makan mendekati waktu imsak.
Ketika berbuka puasa, dianjurkan mengonsumsi tiga buah kurma. Hindari makanan manis dan gorengan secara berlebihan, karena satu buah gorengan setara dengan satu porsi nasi. Minuman manis boleh dikonsumsi maksimal setengah gelas. Perbanyak konsumsi buah-buahan untuk membantu memenuhi kebutuhan serat.
Sebelum atau sesudah tarawih, masyarakat tetap dianjurkan mengonsumsi makanan dengan porsi seimbang seperti saat sahur. Bagi yang memiliki gangguan lambung atau maag, sebaiknya makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering.
Bagi yang mengonsumsi obat diet, dapat diminum dua kali sehari, yakni saat sahur dan berbuka. Sementara bagi yang menjalani suntik diet, disarankan dilakukan pada malam hari untuk mengurangi risiko mual.
Kebutuhan cairan tetap harus terpenuhi selama Ramadan. Polanya dapat dibagi sebagai berikut, dua gelas saat berbuka, satu gelas sebelum Magrib, satu gelas sebelum tarawih, serta dua gelas setelah tarawih dan sebelum tidur. Total kebutuhan air putih tetap sekitar 10 gelas per hari, dengan takaran 200–250 cc per gelas.
Selain menjaga pola makan, aktivitas fisik ringan juga tetap diperlukan. Disarankan berolahraga ringan di dalam ruangan pada pagi hari atau menjelang waktu berbuka. Targetkan minimal 6.000 langkah per hari. Hindari aktivitas berat di luar ruangan karena dapat memicu keringat berlebih dan berisiko menyebabkan dehidrasi.
“Lakukan aktivitas fisik ringan di indoor pagi hari atau mendekati waktu berbuka. Minimal 6.000 langkah per hari. Hindari outdoor karena bs mengeluarkan keringat berlebih dan bisa menyebabkan dehidrasi atau kekurangan cairan,” kata dr Ngabila kepada GPriority, Senin (2/3).
