Arab Saudi, GPriority.co.id – Pangkalan militer AS di Arab Saudi dibombardir oleh rudal balistik Iran, Sabtu (28/2) malam menurut laporan Fox News.
Pangkalan Udara Pangeran Sultan (The Prince Sultan Air Base) yang terletak sekitar 40 mil dari ibu kota Saudi, Riyadh, sedang dipertahankan oleh pasukan Saudi yang menembakkan rudal, menurut Jennifer Griffin, seorang pejabat militer senior.
“Ini adalah peningkatan eskalasi yang besar,” katanya, seraya mencatat pentingnya keterlibatan Arab Saudi dalam konflik tersebut.
Iran telah meluncurkan setidaknya 300 rudal dan drone ke pangkalan militer AS di seluruh Timur Tengah, tetapi tanpa kerusakan serius, tambahnya.
Sementara itu, hingga Minggu (1/3) sore, Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan bahwa sejauh ini mereka telah menangani 165 rudal balistik yang datang, dua rudal jelajah, dan 541 drone Iran.
Iran selalu menegaskan sebelumnya bahwa, jika diserang, mereka akan membalas di negara mana pun yang dianggap terlibat dalam serangan tersebut.
Sebelum Revolusi Islam, pada masa pemerintahan Shah, Iran dikenal sebagai “polisi Teluk”.
Sejak revolusi, negara itu selalu berusaha meyakinkan negara-negara tetangganya bahwa mereka harus kembali memainkan peran tersebut, “mengambil alih keamanan” di wilayah yang disebutnya Khaleej-e-Fars, Teluk Persia (orang Arab menyebutnya Teluk Arab).
Para pemimpin Iran telah berupaya, namun gagal, untuk membujuk negara-negara Arab di Teluk agar mengusir Angkatan Laut AS dan menjadikan mereka sebagai pelindung mereka.
Terbaru, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim bahwa semua target militer Israel dan AS di Timur Tengah telah dihantam oleh serangan dahsyat rudal Iran.
“Operasi ini akan terus berlanjut tanpa henti sampai musuh dikalahkan secara telak,” demikian pernyataan tersebut. Semua aset AS di seluruh wilayah tersebut dianggap sebagai target yang sah bagi tentara Iran, tambahnya.
