Mengenal Kanker Ginjal, Penyakit yang Diidap Vidi Aldiano

Jakarta, GPriority.co.id – Penyanyi Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu (7/3) setelah beberapa tahun berjuang melawan kanker ginjal.

Penyakit yang diidap Vidi Aldiano ini merupakan salah satu jenis kanker yang cukup banyak terjadi di dunia, meski sering kali tidak disadari pada tahap awal.

Menurut World Cancer Research Fund, kanker ginjal merupakan jenis kanker ke-10 yang paling umum pada pria dan kanker ke-13 paling umum pada perempuan.

Siaran informasi di laman resmi Cleveland Clinic menyebutkan bahwa kanker ginjal adalah tumor ganas yang muncul di ginjal, organ tubuh yang memiliki peran penting dalam menyaring darah, menyeimbangkan cairan dalam tubuh, serta membuang limbah dari tubuh.

Kanker ginjal terjadi ketika sel-sel sehat mengalami perubahan atau mutasi dan berkembang menjadi sel kanker yang kemudian membentuk tumor.

Perubahan sel ini dapat terjadi tanpa penyebab yang jelas. Namun, terdapat sejumlah faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami kanker ginjal.

Menurut informasi dari laman resmi Institut Kanker Nasional Amerika Serikat, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker ginjal antara lain kebiasaan merokok serta penggunaan obat pereda nyeri dalam jangka panjang secara berlebihan.

Selain itu, faktor risiko lainnya meliputi kelebihan berat badan, tekanan darah tinggi, riwayat kanker ginjal dalam keluarga, serta kondisi genetik tertentu seperti penyakit von Hippel-Lindau.

Informasi dalam jurnal berjudul Epidemiology and Risk Factors for Kidney Cancer yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Oncology pada Oktober 2018 juga menyebutkan bahwa kanker ginjal sebagian besar ditemukan pada orang dewasa.

Dalam jurnal tersebut juga dijelaskan bahwa angka kejadian kanker ginjal pada pria dua kali lebih tinggi dibandingkan pada perempuan.

Pada tahap awal, kanker ginjal sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas hingga penyakit mulai menyebar ke luar ginjal.
Adapun gejala yang dapat muncul di antaranya urine berdarah, kelelahan, demam berulang, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, nyeri di bagian belakang perut, serta munculnya benjolan di sisi tubuh di antara tulang rusuk dan pinggul.

Karena itu, seseorang yang mengalami gejala seperti urine berdarah atau nyeri pada sisi tubuh yang tidak kunjung hilang disarankan segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas layanan kesehatan.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi kanker ginjal, penyedia layanan kesehatan biasanya akan merujuk pasien ke dokter spesialis onkologi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Penanganan kanker ginjal sendiri dilakukan berdasarkan stadium penyakit. Pilihan pengobatan dapat meliputi pembedahan, ablasi, terapi radiasi, imunoterapi, hingga terapi yang ditargetkan.