Jelang 15 Agustus, Ketua KNPB Warpo Wetipo: “Kita Ketemu Lagi di Jalan Raya”

Ketua I Badan Pengurus Pusat (BPP) Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Warpo Wetipo/Foto : Dok. Istimewa Ketua I Badan Pengurus Pusat (BPP) Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Warpo Wetipo/Foto : Dok. Istimewa

Jayapura, GPriority.co.id – Ketua I Badan Pengurus Pusat (BPP) Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Warpo Wetipo, menyampaikan pernyataan menjelang agenda yang disebut akan berlangsung pada 15 Agustus 2026.

Dalam pesannya, Warpo menyebut pihaknya akan kembali bertemu di jalan raya pada tanggal tersebut.

“Kita akan ketemu lagi di jalan raya,” ujar Warpo dalam pernyataannya dikutip dari postingan Instagram @cendrewasihposreal, Jumat (14/8).

Warpo juga meminta seluruh pihak yang berkaitan dengan agenda tersebut untuk terus berdoa dan mempersiapkan diri. Ia menyebut sejumlah unsur, mulai dari BPP KNPB, gereja, hingga aparat keamanan, diharapkan telah mengetahui adanya agenda tersebut dan dapat mempersiapkan diri masing-masing.

Menurut Warpo, pihak-pihak yang disebut antara lain jajaran kepolisian dan TNI, termasuk Kapolda, Pangdam, Kapolsek, serta Kapolres. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bagian dari pesannya menjelang agenda KNPB 15 Agustus 2026.

Warpo turut memberikan pesan kepada masyarakat yang hendak hadir agar menjaga kondisi dan tidak datang dalam keadaan mabuk. Ia menekankan pentingnya doa sebelum mengikuti kegiatan.

“Jangan ada mabuk baru datang di tempat ini, tapi berdoa baru datang,” demikian pesan Warpo Wetipo.

Pernyataan Warpo tersebut menjadi sorotan karena disampaikan menjelang 15 Agustus, yang berdekatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus.

Berdasarkan kalender nasional, 17 Agustus 2026 merupakan hari libur nasional dalam rangka Hari Kemerdekaan RI, sementara 15 Agustus jatuh pada Sabtu.

KNPB sebelumnya juga dikenal menyampaikan seruan kepada masyarakat Papua terkait berbagai agenda politik dan sosial. Dalam pemberitaan sebelumnya, Warpo Wetipo pernah menekankan bahwa jalan raya menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.

Meski demikian, informasi mengenai agenda 15 Agustus 2026 dalam pernyataan Warpo yang menjadi dasar berita ini tidak merinci lokasi, bentuk kegiatan, maupun jumlah peserta yang akan terlibat. Karena itu, rincian pelaksanaan agenda tersebut masih perlu merujuk pada keterangan resmi dari pihak penyelenggara maupun otoritas terkait.

Pesan Warpo yang meminta peserta untuk berdoa dan tidak datang dalam keadaan mabuk juga menekankan pentingnya kesiapan serta pengendalian diri masyarakat yang hendak mengikuti kegiatan.