Aceh, Gpriority.co.id – Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) memaparkan potensi Kawasan Sabang dalam perdagangan, logistik, pariwisata dan investasi pada IMT-GT Business Forum 2026 di Medan, Sumatera Utara.
Kepala BPKS Iskandar Zulkarnaen menjadi salah satu narasumber dalam forum yang merupakan side event rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri dan Gubernur IMT-GT (CMGF) ke-23 serta Pertemuan Menteri IMT-GT ke-32 tersebut.
Dalam sesi bertajuk “Sabang FTZ: A Strategic Maritime Gateway for IMT-GT Trade, Logistics, Tourism and Investment”, Iskandar memaparkan posisi geografis Sabang serta statusnya sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas.
Menurut Iskandar, posisi tersebut menjadi modal strategis bagi Sabang untuk dikembangkan sebagai simpul konektivitas maritim yang menghubungkan Indonesia, Malaysia dan Thailand.
“Sabang memiliki posisi geografis yang sangat strategis di kawasan IMT-GT. Dengan status Free Trade Zone dan Free Port, Sabang memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai simpul konektivitas maritim yang menghubungkan perdagangan, logistik, investasi dan pariwisata antara Indonesia, Malaysia dan Thailand,” ujar Iskandar.
Sejumlah potensi Sabang turut dipaparkan dalam forum tersebut, antara lain pengembangan investasi, konektivitas logistik dan perdagangan internasional, industri maritim serta wisata bahari.
BPKS juga menyoroti peluang pengembangan konektivitas wisata bahari Sabang–Phuket–Langkawi (SAPHULA), terutama untuk mendukung pergerakan kapal wisata (yacht) dan kapal pesiar (cruise) di kawasan.
Iskandar mengatakan, penguatan konektivitas tersebut berpotensi memberikan dampak terhadap berbagai sektor, mulai dari pariwisata, perdagangan, jasa, logistik, transportasi hingga investasi.
“Kami ingin Sabang tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai kawasan strategis untuk perdagangan, logistik, industri maritim dan investasi. Konektivitas kawasan harus kita manfaatkan menjadi konektivitas ekonomi,” katanya.
Ia menyebut keikutsertaan BPKS dalam IMT-GT Business Forum 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Sabang dalam implementasi IMT-GT Blueprint 2027–2031.
Forum tersebut juga menjadi ruang bagi BPKS untuk memperluas jejaring dan membuka peluang kerja sama dengan pemerintah, pelaku usaha serta investor dari Indonesia, Malaysia dan Thailand.
IMT-GT Business Forum 2026 dilaksanakan Pemerintah Aceh melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh bersama Sekretariat IMT-GT (CIMT) dan DPMPTSP Sumatera Utara.
Melalui forum tersebut, BPKS mendorong agar potensi Kawasan Sabang dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi dan memperkuat konektivitas perdagangan, logistik, pariwisata serta investasi di kawasan IMT-GT.
Foto : Istimewa
