Kabut Asap Selimuti Palembang, 15 Penerbangan Terdampak

Palembang, GPriority.co.id – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (8/10). Asap pekat terpantau sejak pagi hingga sore dan mengganggu aktivitas warga.

Sejumlah warga terlihat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Namun, sebagian warga masih beraktivitas tanpa perlindungan meski kualitas udara di sejumlah wilayah berada dalam kategori berbahaya.

Kabut asap juga mengganggu operasional penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Jarak pandang di kawasan bandara sempat turun hingga 400 meter sehingga sejumlah penerbangan ditunda demi alasan keselamatan. Hingga Kamis siang, sebanyak 15 penerbangan terdampak.

Pada Rabu (7/10), tiga penerbangan sipil juga mengalami gangguan jadwal keberangkatan dan kedatangan akibat kondisi serupa.

Ratusan Titik Panas

Berdasarkan data BNPB per Rabu (7/10), sebanyak 354 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi terdeteksi di Sumatera Selatan. Selain itu, terdapat 92 titik api yang masih membakar lahan seluas 390,61 hektare.

Satgas Darat dan Udara terus melakukan penanganan di sejumlah wilayah prioritas. Berdasarkan pemantauan Satgas Udara, terdapat tujuh titik api di Ogan Komering Ilir dengan luas lahan terbakar 56 hektare.

Sementara itu, satu titik api terpantau di Musi Banyuasin dengan luas lahan terbakar 10 hektare. Di Muara Enim, satu titik api membakar lahan seluas 15 hektare, sedangkan di Ogan Komering Ulu satu titik api membakar sekitar satu hektare lahan.

Hingga 7 Oktober 2026, Satgas Darat dan Udara telah memadamkan lahan seluas 319,41 hektare. Satgas Darat memadamkan 298,41 hektare, sedangkan Satgas Udara menangani 21 hektare.

Adapun sekitar 71,20 hektare lahan yang masih terbakar ditargetkan untuk dipadamkan pada Kamis.

Modifikasi Cuaca Belum Dilakukan

Operasi modifikasi cuaca belum dapat dilakukan karena tidak terdapat potensi pertumbuhan awan hujan yang memadai.

Dalam pemantauan selama 24 jam, satelit NOAA20 mendeteksi 49 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi. Sebanyak 45 titik berada di Ogan Komering Ilir dan empat titik lainnya terpantau di Muara Enim.

Berdasarkan tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah, sebagian besar wilayah Sumatera Selatan berada dalam kategori sangat mudah terbakar.

Selain itu, data BMKG menunjukkan jumlah titik panas di Sumatera meningkat tajam. Sumatera Selatan menjadi salah satu wilayah dengan sebaran titik panas tertinggi.

Warga Diminta Waspada

BNPB mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Warga juga diminta mengurangi kegiatan di ruang terbuka, terutama ketika asap berada dalam kondisi pekat.

Masyarakat diminta berhati-hati saat berkendara karena jarak pandang yang terbatas dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Kondisi kesehatan, khususnya anak-anak, lansia, serta warga dengan gangguan pernapasan, juga perlu mendapat perhatian selama kabut asap masih menyelimuti wilayah Sumatera Selatan.

Foto : BNPB