Jakarta, GPriority.co.id – Salam tiga jari kembali menjadi sorotan dalam demonstrasi mahasiswa dan masyarakat sipil di Indonesia pada Rabu (28/10).
Gestur yang dilakukan dengan mengangkat tiga jari tangan ini ramai terlihat dalam aksi di Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan beredar melalui unggahan media sosial, termasuk Instagram dengan latar merah, biru, dan hijau.
Lantas, apa arti salam tiga jari dan mengapa simbol ini identik dengan perlawanan terhadap kekuasaan?
Salam tiga jari atau three-finger salute dikenal luas melalui film ‘The Hunger Games’, yang diadaptasi dari novel karya Suzanne Collins. Dalam kisah tersebut, gestur tiga jari menjadi simbol penghormatan, solidaritas, dan perlawanan masyarakat terhadap rezim otoriter yang menindas.
Simbol ini kemudian melampaui dunia fiksi dan digunakan dalam gerakan pro-demokrasi di sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Thailand dan Myanmar.
Seiring waktu, salam tiga jari berkembang menjadi bahasa visual dalam aksi politik. Tanpa harus menyampaikan orasi panjang, gestur tersebut dapat menunjukkan dukungan terhadap perjuangan bersama, kebebasan, dan tuntutan perubahan.
Dalam demonstrasi di Bundaran HI pada 28 Oktober 2026, simbol tiga jari muncul di tengah aksi yang melibatkan mahasiswa dan elemen masyarakat sipil. Menurut laporan Katadata, demonstrasi tersebut membawa lima tuntutan, mulai dari penanganan bencana dan evaluasi anggaran hingga penegakan hukum serta perlindungan kebebasan sipil.
Dalam konteks ini, salam tiga jari dapat dibaca sebagai ekspresi solidaritas dan semangat perjuangan. Namun, maknanya tetap bergantung pada konteks, kelompok yang menggunakannya, dan pesan yang ingin disampaikan.
Selain gestur tiga jari, kombinasi warna merah, biru, dan hijau turut ramai menghiasi media sosial menjelang demonstrasi. IDN Times melaporkan bahwa warna-warna tersebut dikaitkan dengan identitas suporter sepak bola di Daerah Istimewa Yogyakarta: hijau untuk PSS Sleman (simbol gertakan), biru untuk PSIM Yogyakarta (simbol dobrakan), dan merah untuk Persiba Bantul (simbol ledakan. Penggunaan warna tersebut juga dikaitkan dengan seruan persatuan lintas kelompok suporter.
Karena itu, warna merah, biru, dan hijau tidak selalu memiliki satu makna politik yang universal. Penafsirannya perlu memperhatikan konteks unggahan dan gerakan yang menggunakannya.
Sementara itu, ungkapan “Vox Populi, Vox Dei” yang juga ramai digaungkan berasal dari bahasa Latin yang berarti “suara rakyat adalah suara Tuhan”. Kalimat ini kerap digunakan untuk menegaskan pentingnya aspirasi rakyat dalam kehidupan publik.
Ketika disandingkan dengan salam tiga jari dan seruan “Panjang umur perjuangan!”, ungkapan tersebut menjadi pesan simbolis tentang solidaritas, keberanian menyuarakan pendapat, dan harapan akan perubahan.
Pada akhirnya, salam tiga jari bukan sekadar gestur tangan. Dalam berbagai demonstrasi, simbol ini menjadi cara masyarakat menyampaikan sikap dan menunjukkan bahwa perjuangan mereka tidak dilakukan sendirian.
