Penulis: Dimas | Editor: Lina F | Foto: Kemenkeu
Jakarta,GPriority.co.id-Kementerian Keuangan terus memberikan dukungan ekspor bagi pelaku usaha khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui program dukungan.
Program yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Program ini diantaranya Klinik Ekspor, Interfirm Linkage, Solusi Logistik, dan Pemanfaatan Balai Laboratorium Bea Cukai.
“Program Klinik Ekspor ini dilakukan dengan pemberian edukasi, literasi, asistensi, dan koordinasi oleh DJBC kepada UMKM baik yang sudah ekspor agar meningkat ekspornya menjadi ekspor mandiri, maupun UMKM yang baru akan memulai ekspor,” tutur Direktur Fasilitas Kepabeanan DJBC, Padmoyo Tri Wikanto acara Media Briefing di Kemenkeu, Jakarta pada Selasa (20/06).
Lanjut, untuk program Interfirm Linkage Padmoyo mengatakan dilakukan melalui peningkatan kemitraan berbasis keterkaitan usaha antara UMKM dengan perusahaan berorientasi ekspor yaitu perusahaan di kawasan berikat dengan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (bagian rantai pasok) yang mencapai mutual relationship (kemitraan yang berkelanjutan).
“Interfirm linkage ini merupakan ekspor tidak langsung, kami menjembatani perusahaan-perusahaan yang besar-besar yang ada di kawasan industri dan kawasan berikat,” jelasnya lagi.
Kemudian, untuk program Solusi Logistik, Kemenkeu memiliki program National Logistic Ecosystem (NLE) sebagai salah satu solusi untuk membantu UMKM dalam menekan biaya logistik.
