Kenapa Sinyal Internet Sering Lemot Saat Demo?

Momen aksi demo 27 agustus 2026 di depan gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta/Foto : Dok. GPriority (Nindya Farhah Azzahrah) Momen aksi demo 27 agustus 2026 di depan gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta/Foto : Dok. GPriority (Nindya Farhah Azzahrah)

Jakarta, GPriority.co.id – Keluhan mengenai sinyal internet yang tiba-tiba melemah atau sulit digunakan kerap muncul ketika berlangsung demo atau aksi unjuk rasa.

Kondisi tersebut membuat peserta aksi kesulitan melakukan siaran langsung, mengunggah dokumentasi, hingga berkomunikasi melalui aplikasi pesan.

Namun, sinyal yang sulit dicari saat demonstrasi tidak otomatis berarti pemerintah sengaja memutus internet. Ada beberapa kemungkinan teknis dan kebijakan yang dapat menjelaskan kondisi tersebut.

1. Lonjakan pengguna di satu lokasi

Ribuan orang yang berkumpul dalam area terbatas menggunakan ponsel secara bersamaan. Banyak perangkat mencoba mengakses jaringan seluler untuk mengunggah video, melakukan live streaming, mengirim pesan, maupun membuka media sosial.

Kondisi ini dapat membuat kapasitas jaringan di sekitar lokasi aksi menjadi sangat padat. Akibatnya, pengguna mengalami koneksi lambat, sulit mengakses internet, atau kualitas layanan turun.

2. Penggunaan data meningkat karena live streaming

Demo saat ini tidak hanya disaksikan secara langsung, tetapi juga melalui siaran digital. Video memiliki kebutuhan data jauh lebih besar dibandingkan pesan teks. Pengalaman serupa pernah terjadi saat demonstrasi di Trenggalek pada 2024. Dilansir dari laporan ANTARA, seorang peserta aksi, Sodik Fauzi, mengatakan, “Tadi kan kawan-kawan mau live, ternyata nggak bisa, sinyal di HP itu hanya E saja.” Jurnalis di lokasi juga melaporkan mengalami gangguan ketika berpindah ke area demonstrasi.

3. Kemungkinan adanya pembatasan jaringan

Selain persoalan kepadatan jaringan, pembatasan akses internet juga pernah terjadi dalam konteks demonstrasi di Indonesia. Komnas Perempuan pada 2025 menyoroti adanya pembatasan koneksi internet di sejumlah lokasi unjuk rasa. Lembaga tersebut menilai kondisi itu dapat menghambat dokumentasi kekerasan dan akses masyarakat untuk mencari bantuan. Karena itu, ketika internet melemah saat demo, perlu dibedakan antara gangguan akibat kepadatan jaringan dan pembatasan akses yang dilakukan secara sengaja.

4. Indonesia pernah menerapkan pembatasan internet

Riwayat pembatasan internet juga pernah terjadi dalam skala lebih luas. Pada 2019, pemerintah membatasi akses internet di Papua dan Papua Barat ketika terjadi rangkaian kerusuhan dan demonstrasi. Kebijakan tersebut kemudian menjadi persoalan hukum dan HAM. Kajian dalam Jurnal Konstitusi juga membahas kebijakan pembatasan internet Indonesia dari perspektif negara hukum dan hak asasi manusia.

5. Sinyal hilang bukan selalu berarti internet “dimatikan”

Indikator ponsel yang berubah dari 4G/5G menjadi EDGE atau koneksi yang sangat lambat tidak dengan sendirinya membuktikan adanya pemutusan jaringan. Kondisi tersebut dapat disebabkan kepadatan trafik, kualitas jaringan, kapasitas BTS, maupun kebijakan operator.

Dengan demikian, mengapa sinyal internet susah saat demo tidak memiliki satu jawaban. Diperlukan data teknis dan keterangan operator atau pemerintah untuk memastikan penyebabnya.