Penulis : Haris | Editor : Lina F | Foto : Budpar DKI Jakarta
Jakarta,GPriority.co.id-Bagi kamu yang tinggal di Kota Jakarta sudah pasti tidak asing dengan Glodok. Sebuah kawasan Pecinan terbesar di Barat Jakarta.
Namun tahukah kamu darimana nama Glodok berasal? Dikutip dari buku ‘Betawi Queen of the East’ karangan Alwi Shahab di tahun 2002, kata Glodok berasal dari ‘grojok’, yang berasal dari bunyi pancuran air.
Dalam buku tersebut, budayawan asal Betawi ini menuturkan dahulu ada sebuah waterbaak terbuat dari kayu dengan pancuran air setinggi 10 kaki yang dibangun tahun 1743 di tengah halaman Balai Kota yang saat ini menjadi museum Fatahilah. Waterbaak yang dimaksudkan menampung air kali Ciliwung selalu menimbulkan bunyi grojok-grojok.
Namun sayangnya orang Tionghoa yang tinggal di daerah tersebut sulit mengucapkan kata grojok. “Setiap kali mengucapkan grojok yang tersebut adalah Glodok,” jelas Alwi Shahab dalam bukunya.
Tahun 1897 Kampung Cina diubah namanya menjadi Glodok oleh masyarakat setempat. Tujuannya agar masyarakat Batavia di masa yang akan datang selalu mengingat bahwa dulu ada waterbaak yang mengeluarkan bunyi grojok di Kampung Cina.
