4 Jurus Jitu Menpora dalam Menata Ekosistem Olahraga Indonesia, Apa Saja?

Penulis : Dimas A Putra | Editor : Lina F | Foto : dok.kemenpora

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo menyebut terdapat empat aspek strategis dalam menata ekosistem olahraga Indonesia. Pertama adalah aspek industri olahraga.

“Dari sisi profesional, saat ini para penyelenggaraan liga profesional itu hanya fokus kepada pertandingan di lapangan. Padahal meningkatkan value bisnis dari liga-liga itu sendiri juga penting demi kesejahteraan semua pelaku industri olahraga,” ujar Dito dikutip, Senin (11/9).

“Dengan mengoptimalisasi sportaiment melalui platform multimedia, di hulunya pendidikan terkait olahraga bisa tersebar ke semua orang dan di hilirnya semua potensi ekonomi yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan olahraga bisa digarap oleh perusahaan besar sampai pedagang kecil,” sambungnya.

Lalu aspek sport tourism.Dito menuturkan, hal ini penting bagi daerah daerah untuk mengidentifikasi potensi pariwisata olahraga di masing-masing wilayah.

“Jalin kemitraan internasional berkolaborasi dengan federasi olahraga dan promotor acara dalam mengembangkan sport tourism. Ini dapat meningkatkan daya tarik bagi wisatawan dari luar negeri dan mempromosikan kerja sama antarnegara,” papar Dito.

Kemudian, ketiga adalah aspek kesejahteraan atlet. Kata Dito, Kemenpora berkomitmen untuk memastikan kesejahteraan atlet melalui berbagai afirmasi. Mulai dari pelatihan literasi keuangan, permodalan usaha, jaminan kesehatan, jaminan hari tua, beasiswa atlet, bahkan sampai program kesehatan mental.

“Saking cintanya Pak Presiden Jokowi kepada atlet, saat ini sedang dirumuskan tentang kesejahteraan atlet sesuai Perpres penghargaan. Saya tidak akan buka disini subtansi, kita tunggu saja dengan sabar hadiah dari Pak Presiden untuk para atlet kita,” tambahnya.

Lalu, yang keempat adalah aspek sport science. Para atlet hrus segera mengejar ilmu pengetahuan dan teknologi olahdaga. Mulai dengan pendidikan yang solid dalam ilmu olahraga. Seperti fisioterapi, nutrisi, psikologi olahraga, biomekanik, dan lainnya.

“Maka dari itu, saya berharap kampus-kampus melakukan penelitian ilmiah untuk memahami lebih baik kebutuhan atlet dan mencari inovasi dalam pelatihan dan perawatan. Dari empat aspek strategis tersebut, tugas Kemenpora dalam hal ini sebagai orkestrator untuk menjahit semua potensi untuk mempertemukan para stakeholder agar mau bergotong royong menciptakan ekosistem olahraga nasional yang bisa mensejahterahkan atlet, pemuda dan masyarakat Indonesia,” jelas Menpora Dito.

Lebih lanjut, Menpora Dito menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo mengenai ekosistem besar olahraga harus dikembangkan dan diperkuat. Kepala Negara mengarahkan agar sport science perlu dibuat di perguruan tinggi dengan berbagai program studi seperti manajemen olahraga, kesehatan olahraga, arsitektur fasilitas olahraga, industri kreatif olahraga harus dikembangkan sesegera mungkin.