Indonesia dan PEA Gelar Joint Working Group

Penulis : Ponco | Editor : Lina F | Foto : ESDM

Jakarta, GPriority.co.id – Untuk pertama kalinya Indonesia dan Persatuan Emirat Arab (PEA) menyelenggarakan Joint Working Group (JWG / Kelompok Kerja Sama).

Kegiatan tersebut di gelar di sela-sela konferensi energi Abu Dhabi International Progressive Energy Conference (ADIPEC) yang berlangsung pada 2 – 5 Oktober 2023.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Staf Khusus Menteri ESDM Triharyo Soesilo dan Undersecretary for Energy and Infrastructure Kementerian Energi dan Infrastruktur PEA Sharif Salim AlOlama serta delegasi BUMN dari kedua negara.

Dalam pertemuan Triharyo mengatakan, bahwa JWG merupakan wujud konkrit dari penguatan kerja sama pada sektor energi antara kedua negara.

“Hari ini menandai awal dari perjalanan yang menjanjikan menuju peningkatan kolaborasi di sektor energi. Saya yakin melalui dialog yang konstruktif dan pengertian bersama, kita bisa mencapai kemajuan yang luar biasa,” ujar Triharyo dalam keterangan resminya di Kantor Kedutaan Besar Indonesia Abu Dhabi PEA, pada (4/10).

Sementara itu Sharif Salim AlOlama mengatakan, bahwa Indonesia dan PEA memiliki hubungan yang cukup erat, serta memiliki aspirasi yang sama dalam hal transisi energi, perlindungan lingkungan dan penanganan perubahan iklim global. Selain itu pihaknya juga sangat tertarik untuk mengidentifikasi proyek-proyek strategis yang bisa dikembangkan antara Indonesia dan PEA.

Di tempat yang sama, Duta Besar Indonesia untuk PEA Husin Bagis juga menyatakan, bahwa adanya JWG on Energy, selain memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Hadirnya PEA diharapkan dapat berpartisipasi dalam pencapaian target energi 10 Gigawatt Indonesia.

“Tujuan Indonesia adalah menghasilkan 10 GW dari energi terbarukan. Dengan kerja sama ini, kita dapat memanfaatkan energi terbarukan, mengurangi jejak karbon, dan menciptakan lingkungan yang lebih hijau untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Menurut Husin, salah satu pencapaian dari kerja sama energi Indonesia dengan PEA adalah kerja sama antara PT PLN Nusantara Power dengan Masdar, yang telah menghasilkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung terbesar di Asia Tenggara yaitu PLTA Cirata sebesar 145 MW. Proyek tersebut akan mencapai Commercial Operation Date (COD) pada akhir bulan Oktober 2023.

Sebagai informasi, dalam diskusi pertemuan JWG tersebut, telah diidentifikasi dan disepakati beberapa peluang kerjasama untuk di tindak lanjuti di sektor minyak dan gas, energi baru terbarukan, efisiensi energi, ketenagalistrikan, serta sektor mineral.

Adapun tujuan pertemuan JWG, adalah memperkuat kerjasama bilateral di sektor energi, termasuk meningkatkan kerjasama perdagangan dan investasi dan kolaborasi di sektor pengembangan kapasitas.