Diderita Agnez Mo Selama 15 Tahun, Apa Itu Penyakit Alopecia Areata?

Diderita Agnez Mo Selama 15 Tahun, Apa Itu Penyakit Alopecia Areata? Diderita Agnez Mo Selama 15 Tahun, Apa Itu Penyakit Alopecia Areata?

Jakarta, GPriority.co.id – Kabar mengejutkan datang dari penyanyi tanah air yang sudah goes international, Agnez Mo. Selain belakangan ini namanya ramai diperbincangkan buntut kasus hak cipta, terungkap juga jika penyanyi kelahiran 1986 tersebut menderita penyakit Alopecia Areata, selama 15 tahun lamanya.  

Agnez Mo membagikan pengalamannya melawan alopecia areata, lewat podcast bersama Deddy Corbuzier dan Vidi Aldiano, beberapa waktu lalu. Sebagai informasi, Alopecia Areata merupakan penyakit yang muncul akibat stres berkepanjangan, di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang folikel rambut dan membuatnya rontok hingga muncul bercak-bercak.

Selama berbulan-bulan, Agnez Mo menjalani perawatan medis intensif, termasuk terapi rambut.
Lewat ceritanya tersebut, Agnez ingin memberikan harapan dan dukungan bagi mereka yang tengah berjuang mekawan Alopecia Areata.

Penyebab Serta Gejala Utama Alopecia Areata

Penyebab pasti Alopecia Areata belum sepenuhnya diketahui, dilansir dari berbagai sumber, namun kemungkinannya faktor genetik dan lingkungan sangat berperan. Beberapa pemicu yang dapat meningkatkan risiko penyakit ini meliputi :

1. Genetika – Riwayat keluarga dengan alopecia areata meningkatkan kemungkinan terkena penyakit ini.

2. Gangguan Autoimun – Sering dikaitkan dengan penyakit autoimun lain seperti diabetes tipe 1, lupus, atau penyakit tiroid.

3. Stres dan Faktor Lingkungan – Stres fisik atau emosional dapat memicu atau memperburuk kondisi ini.

4. Infeksi atau Penyakit Lain – Beberapa infeksi virus atau kondisi medis tertentu bisa menjadi pemicu.

Gejala utama Alopecia Areata adalah munculnya kerontokan rambut berbentuk bulat atau oval di kulit kepala, alis, janggut, atau bagian tubuh lain. Rambut rontok biasanya terjadi secara tiba-tiba dan bisa berkembang menjadi lebih luas. Dalam beberapa kasus, penderita juga mengalami :

– Perubahan pada kuku, seperti permukaan kasar atau rapuh.

– Rasa kesemutan atau gatal di area yang terkena sebelum rambut rontok.

– Rambut yang tumbuh kembali mungkin berwarna putih atau lebih tipis dari sebelumnya.

Meski tidak menimbulkan rasa sakit atau ancaman kesehatan serius, seseorang yang mengidap penyakit Alopecia Areata dapat berdampak emosional bagi penderitanya. Konsultasi dengan dokter atau spesialis kulit sangat disarankan untuk mendapatkan perawatan yang tepat dan mengelola kondisi ini dengan lebih baik.

Foto : Getty Images