Jakarta, GPriority.co.id – Israel kembali luluh lantahkan Gaza. Sebagai respons, melalui postingan pada akun X Kementerian Luar Negeri RI, Indonesia mengecam serangan terbaru Israel ke Gaza pada Senin (17/3) lalu.
“Indonesia mengecam keras serangan terbaru Israel ke Gaza (17/3), yang telah menewaskan setidaknya 232 warga sipil, termasuk anak-anak, di bulan suci Ramadan. #IniDiplomasi,” tulis akun @Kemlu_RI.
Sebagai informasi, pada Rabu (15/1) lalu, Israel dan Hamas telah mencapai kesepakatan gencatan senjata untuk menunda peperangan. Gencatan senjata tersebut rencananya akan dilakukan melalui tiga fase.
Fase pertama yaitu pelepasan tahanan dari kedua belah pihak. Namun, pada Selasa (18/3) lalu, serangan kembali terjadi di Gaza. Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 404 orang meninggal dunia, sementara 562 lainnya luka-luka dan diantaranya anak-anak.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut jika serangan di Gaza tersebut hanyalah permulaan. Ia juga mengatakan jika negosiasi di masa depan dengan Hamas hanya akan terjadi di bawah tekanan serangan.
“Hamas sudah merasakan kekuatan kami dalam 24 jam terakhir. Dan saya ingin berjanji kepada Anda dan kepada mereka, ini hanya permulaan,” sebut Netanyahu seperti dilansir dari AFP News.
Negosiasi Gencatan Senjata Masih Berlanjut
Lebih lanjut, Netanyahu menyebut jika negosiasi untuk melanjutkan gencatan senjata masih akan berlanjut hingga saat ini. Dilansir dari AFP, Netanyahu menyebut tekanan militer memiliki fungsi esensial pembebasan lebih banyak tambahan.
Hingga saat ini, pihak Hamas belum merespons secara militer. Dalam sebuah pernyataan, mereka mendesak negara-negara sahabat untuk memberikan tekanan kepada Amerika Serikat agar menghentikan serangan yang dilakukan oleh sekutunya, Israel.
Sementara itu, menurut Hugh Lovatt, seorang peneliti senior di European Council on Foreign Relations, mengatakan jika Hamas tidak ingin lagi terlibat dalam perang lainnya.
Editor: Novita Intan
Foto : Dok. BBC
