Doha, GPriority.co.id – Seorang konten kreator travelling Deasy Octavia (@deasyoctavia_) membagikan pengalaman uniknya saat berlibur ke Doha, Qatar.
Dalam unggahannya tersebut, Deasy menyebut Qatar berpotensi menjadi destinasi menarik bagi wanita jomblo (lajang), karena komposisi penduduknya yang didominasi kaum laki-laki.
“Qatar ternyata bukan cuma negara transit yang sering dilewatin orang Indonesia. Waktu aku traveling ke Doha, aku sempat kaget karena rasanya di mana-mana lebih banyak laki-laki daripada perempuan,” sebutnya.
Deasy kemudian mengungkap fakta yang membuatnya terkejut, dimana sekitar 71 persen penduduk Qatar merupakan kaum laki-laki.
Data tersebut memang sejalan dengan berbagai sumber resmi. Dikutip dari laman BTI Transformation Index, Qatar Country Report 2026, struktur demografi Qatar didominasi laki-laki karena besarnya jumlah pekerja migran pria yang bekerja di sektor konstruksi, energi, logistik, dan jasa.
Laporan itu menyebut lebih dari 70 persen populasi Qatar merupakan laki-laki, sementara rasio tersebut bukan disebabkan oleh jumlah warga negara Qatar, melainkan tingginya tenaga kerja asing pria.
Meski demikian, anggapan bahwa Qatar otomatis menjadi tempat ideal untuk mencari pasangan tidak dapat disimpulkan hanya dari komposisi penduduk. Sebagian besar laki-laki di Qatar adalah pekerja migran yang datang untuk bekerja dalam jangka waktu tertentu, bukan menetap sebagai penduduk tetap.
Selain itu, budaya setempat yang menjunjung nilai-nilai Islam membuat interaksi sosial dan hubungan lawan jenis tetap diatur oleh norma yang berlaku.
Dalam unggahannya, Deasy juga menyoroti berbagai keunggulan Qatar sebagai destinasi wisata.
“Selain itu, Qatar juga dikenal sebagai salah satu negara dengan gaji tinggi, pajak penghasilan 0%, dan Doha termasuk kota yang modern, bersih, cantik, serta aman untuk traveler,” ujarnya.
Pernyataan tersebut didukung oleh fakta bahwa Qatar tidak mengenakan pajak penghasilan atas gaji bagi pekerja, sementara Doha dikenal sebagai salah satu kota dengan tingkat keamanan tinggi dan infrastruktur modern, menurut laporan Worldwide Tax Summaries.
Tak hanya itu, Deasy merekomendasikan sejumlah destinasi yang wajib dikunjungi wisatawan.
“Kalau jalan-jalan ke Qatar, kamu bisa mampir ke Souq Waqif buat lihat suasana Arab tradisional, lalu lanjut ke Katara Cultural Village, The Pearl, atau Corniche buat lihat sisi modern Doha dan skylinenya yang mewah,” bebernya.
Menurut laporan Visit Qatar, Souq Waqif menawarkan pasar tradisional khas Timur Tengah, sementara Katara Cultural Village menjadi pusat seni dan budaya. Di sisi lain, The Pearl dan Corniche menghadirkan wajah modern Doha dengan marina, gedung pencakar langit, hingga kawasan pejalan kaki yang menghadap Teluk Persia.
“Jadi, Qatar bukan cuma menarik buat traveling, tapi juga punya fakta unik yang bikin negara ini beda dari negara lain. Menurut kamu, Qatar ini cocok nggak buat dimasukin ke bucket list cewek jomblo?,” tulisnya.
Terlepas dari candaan mengenai dominasi populasi laki-laki, Qatar memang semakin dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia berkat keamanan, kemudahan akses, serta perpaduan budaya Arab dan arsitektur modern yang menjadi daya tarik bagi wisatawan, termasuk solo female traveler.
