Media Iran Rilis Daftar Target Balas Dendam, Trump dan Netanyahu Termasuk

Nama Presiden AS Donald Trump dan PM Israel Benjamin Netanyahu masuk ke daftar target balas dendam Iran/Foto : Dok. AFP Nama Presiden AS Donald Trump dan PM Israel Benjamin Netanyahu masuk ke daftar target balas dendam Iran/Foto : Dok. AFP

Teheran, GPriority.co.id – Sebuah media yang berafiliasi dengan Pemerintah Kota Teheran, Hamshahri, memicu perhatian internasional setelah menerbitkan daftar 13 tokoh politik dan militer dari Amerika Serikat, Israel, serta Eropa yang disebut sebagai target “balas dendam” Iran.

Dalam daftar tersebut terdapat nama Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, hingga Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth.

Publikasi itu muncul setelah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah menyusul konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Media tersebut menampilkan gambar para tokoh yang masuk dalam daftar dengan seragam tahanan berwarna oranye. Trump dan Netanyahu bahkan digambarkan dengan tanda bidik (crosshair) di bagian kepala, disertai pesan bahwa “balas dendam adalah sebuah kepastian.”

Selain Trump, Netanyahu, Rubio, dan Hegseth, daftar tersebut juga memuat sejumlah pemimpin Eropa, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Kanselir Jerman Friedrich Merz, serta beberapa tokoh Barat lainnya.

Laporan tersebut terbit tidak lama setelah Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, kembali menegaskan tekad negaranya untuk membalas kematian ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam konflik bersenjata dengan Amerika Serikat dan Israel. Dalam pernyataannya, Khamenei menegaskan bahwa “balas dendam adalah sebuah kepastian”, menandakan Iran belum mengendurkan sikapnya terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab.

Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran yang menyatakan bahwa daftar tersebut merupakan kebijakan negara. Sejumlah laporan menyebut publikasi itu lebih merupakan pesan simbolis dari media garis keras yang dekat dengan pemerintah, namun tetap dipandang sebagai sinyal meningkatnya eskalasi retorika politik di kawasan.

Di sisi lain, Amerika Serikat dan Israel terus meningkatkan tekanan terhadap Iran melalui operasi militer dan sanksi ekonomi. Presiden Donald Trump sebelumnya memperingatkan bahwa Washington akan memberikan respons yang sangat keras apabila Iran menyerang kepentingan atau pejabat Amerika Serikat. Ketegangan tersebut membuat situasi keamanan di Timur Tengah kembali menjadi sorotan dunia, di tengah kekhawatiran bahwa perang dapat meluas ke negara-negara lain di kawasan.

Pengamat menilai, meskipun daftar target itu belum tentu mencerminkan kebijakan resmi pemerintah Iran, kemunculannya menunjukkan bahwa perang narasi dan tekanan psikologis kini menjadi bagian penting dari konflik yang terus berkembang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.