Kronologi Pendaki Meninggal Di Gunung Bawakaraeng Sulsel Saat HUT RI

Gunung Bawakaraeng disebut sebagai gunung paling indah di Sulawesi Selatan/Foto : YouTube (Fahrul Zainuddin) Gunung Bawakaraeng disebut sebagai gunung paling indah di Sulawesi Selatan/Foto : YouTube (Fahrul Zainuddin)

Sulawesi Selatan, GPriority.co.id – Pendaki asal Kabupaten Bone dilaporkan meninggal dunia di Gunung Bawakaraeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) saat HUT RI.

Seperti dilansir dari ANTARA, pendaki tersebut mengalami hipotermia saat sedang lintas alam dari jalur Bulubaria. Selain itu, pendaki tersebut juga sedang mengikuti Upacara HUT RI ke-80 di Gunung Bawakaraeng yang tepatnya berada di Kabupaten Gowa.

Menurut laporan, korban berinisial I tersebut berusia 24 tahun dan merupakan peserta lintas alam yang masuk dari Jalur Bulubaria pada Selasa (12/8) lalu.

Andi Sultan selaku Kepala Seksi Operasi Kantor Basarnas Makassar pun mengonfirmasi kejadian naas ini. Ia mengatakan, terdapat 32 orang pendaki yang memiliki gangguan kesehatan. Satu diantaranya mengalami hipotermia.

“Saat dinyatakan meninggal, korban sudah berada di Pos 8,” ujar Andi.

Bersama dengan 16 orang rekannya, korban memulai perjalanan pada 12 Agustus lalu dan tiba di puncak Gunung Bawakaraeng pada Sabtu, 16 Agustus. Namun, pada Minggu pagi, 17 Agustus, Tim Siaga SAR Merah Putih menemukan korban dalam keadaan hipotermia (kedinginan dan kelelahan).

Sayangnya, keadaan korban belum juga membaik meski sudah ditangani oleh tim siaga. Lalu korban dievakuasi dengan menggunakan tandu menuju kaki gunung, guna mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

Setibanya di Posko Bulu Balea pada pukul 19.05 WITA, korban lalu dibawa ke Puskesmas Tinggi Moncong untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Namun korban sudah ditemukan tak bernyawa dan jenazahnya pun disrahkan ke pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka, bertempat di Desa Carubbu, Kecamatan Awampone, Kabupaten Bone, menggunakan ambulans.

Data Tim Siaga SAR Merah Putih yang terdapat di Posko Induk Lembanna, kaki Gunung Bawakaraeng mencatat jika jumlah pendaki sebanyak 4.172 orang tiba pada pukul 17.00 WITA.

Sebanyak 32 orang pendaki mengalami gangguan kesehatan dan telah ditangani tim siaga. Kendati demikian, sebagian besar korban menderita hipotermia, sementara lainnya menderita asam lambung dan beberapa orang terpisah dari rombongannya.