Bayi Lahir 2026 Disebut Gen Sigma, Bakal Tumbuh Bareng AI

Bayi yang lahir mulai 2026 menjadi bagian dari generasi baru yang dikenal sebagai Generasi Sigma atau Gen Sigma/Foto : Ilustrasi Dok. Vecteezy Bayi yang lahir mulai 2026 menjadi bagian dari generasi baru yang dikenal sebagai Generasi Sigma atau Gen Sigma/Foto : Ilustrasi Dok. Vecteezy

Jakarta, GPriority.co.id – Bayi yang lahir mulai 2026 disebut-sebut akan menjadi bagian dari generasi baru yang dikenal sebagai Generasi Sigma atau Gen Sigma.

Istilah tersebut belakangan ramai dibicarakan karena generasi ini diperkirakan tumbuh ketika kecerdasan buatan (AI), teknologi digital, dan perubahan sosial berkembang semakin cepat.

Namun, penyebutan bayi kelahiran 2026 sebagai Gen Sigma belum menjadi klasifikasi generasi yang disepakati secara resmi. Sejumlah pemberitaan internasional memang menyebut anak yang lahir mulai 2026 berpotensi dijuluki Generation Sigma, tetapi istilah tersebut masih bersifat informal.

Di sisi lain, peneliti generasi Mark McCrindle, yang dikenal sebagai pencetus istilah Generasi Alpha, menggunakan istilah Generasi Beta untuk anak-anak yang lahir pada 2025 hingga 2039. Dengan demikian, secara demografis, bayi yang lahir pada 2026 lebih tepat disebut Gen Beta berdasarkan kerangka McCrindle.

Meski demikian, istilah Gen Sigma tetap menarik perhatian karena menggambarkan karakter generasi yang diprediksi semakin dekat dengan teknologi. Anak-anak yang tumbuh pada era tersebut diperkirakan akan mengenal AI sejak usia sangat dini. Teknologi bukan lagi sekadar alat tambahan, melainkan dapat menjadi bagian dari pendidikan, kesehatan, komunikasi hingga aktivitas sehari-hari.

Dalam laporan mengenai generasi setelah Gen Alpha, Mark McCrindle mengatakan generasi berikutnya akan tumbuh menghadapi perubahan besar dalam masyarakat. Ia menyoroti perubahan iklim, pergeseran populasi dunia, dan urbanisasi cepat sebagai sejumlah tantangan yang akan membentuk kehidupan generasi mendatang.

Perkembangan teknologi juga berpotensi mengubah cara anak-anak belajar. Sistem pendidikan dapat semakin memanfaatkan AI dan teknologi digital untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih personal sesuai kebutuhan masing-masing anak. Kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, dan memahami teknologi diperkirakan menjadi keterampilan penting.

Meski istilah Gen Sigma terdengar semakin populer, para orang tua sebaiknya tidak menganggap label generasi sebagai penentu karakter anak. Kumparan menekankan bahwa kepribadian anak tetap dipengaruhi pola asuh, hubungan dengan orang tua, lingkungan belajar, serta nilai-nilai yang ditanamkan sejak dini.

Dengan demikian, Gen Sigma 2026 lebih tepat dipahami sebagai istilah populer yang masih berkembang, bukan nama generasi yang telah ditetapkan secara akademis. Yang sudah pasti, bayi yang lahir pada 2026 akan tumbuh di dunia yang semakin terdigitalisasi dan kemungkinan besar memiliki hubungan yang jauh lebih dekat dengan AI dibanding generasi sebelumnya.