Pidato Terakhir Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan RI: Pamit dan Minta Maaf

Sri Mulyani saat sampaikan pidato terakhir sebagai Menteri Keuangan/Foto Tangkapan Layar YouTube Kementerian Keuangan Sri Mulyani saat sampaikan pidato terakhir sebagai Menteri Keuangan/Foto Tangkapan Layar YouTube Kementerian Keuangan

Jakarta, GPriority.co.id – Setelah memimpin Kementerian Keuangan selama satu dekade di era Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dan sebagian masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Sri Mulyani akhirnya resmi menyerahkan jabatannya kepada Purbaya Yudhi Sadewa.

Serah terima jabatan digelar di Aula Dhanapala, Kementerian Keuangan, Selasa (9/9).

Dalam acara tersebut, Sri Mulyani berkesempatan menyampaikan pidato terakhirnya sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia.

Berikut pidato lengkap Sri Mulyani dalam upacara serah terima jabatan hari ini:

Bismillahirrahmanirrahim, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita semua, om swastiastu, namo buddhaya, salam kebajikan. Shalom, rahayu. Yang saya hormati, Bapak Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan Republik Indonesia, para pimpinan dan anggota Komisi XI DPR RI, pimpinan dan anggota Badan Anggaran DPR RI, para ketua, wakil ketua, anggota Badan Pemeriksa Keuangan RI yang hadir. Pak Menko Perekonomian, tetangga sebelah Kementerian Keuangan selalu. Bank Indonesia yang saya lihat diwakili, Dewan Komisioner OJK, dan seluruh jajaran yang hadir. Para Wakil Menteri Keuangan, dan para pejabat eselon I Kementerian Keuangan, beserta seluruh jajaran Kementerian Keuangan. Bapak dan ibu sekalian dari Mahkamah Agung, panglima yang hadir atau yang mewakili. Terima kasih semua kehadirannya pada hari ini.

Merupakan suatu kehormatan dan juga privilege atau keistimewaan bagi saya, yang diberikan kepercayaan tugas, mengabdi dan berbakti untuk bangsa dan negara Indonesia, membantu Presiden terpilih untuk mencapai cita-cita Republik Indonesia. Saya berterima kasih atas kepercayaan dan kehormatan tersebut.

Saya berterima kasih kepada seluruh jajaran Kementerian Keuangan, yang selama ini sudah cukup lama saya menjabat di posisi ini selalu dan terus membantu di dalam melaksanakan tugas mengelola keuangan negara, dengan penuh dedikasi, dengan sepenuh hati dan kita bersama-sama mengelola keuangan negara dan menjaga Kementerian Keuangan dalam situasi dan tantangan yang terus berubah, makin kompleks dengan adanya perubahan teknologi digital, tantangan struktural, dan juga dari tren geopolitik yang sedang terjadi, tidak pernah mudah.

Saya berterima kasih juga kepada semua pihak, terutama pada rekan kabinet Pak Menko yang sering menjadi partner kami. Namun juga dengan para menteri-menteri yang lain di dalam kabinet, rekan-rekan dari legislatif Komisi XI, Badan Anggaran dan komisi-komisi lainnya. Dari lembaga yudikatif Mahkamah Agung dan juga Mahkamah Konstitusi dan juga institusi dari dunia media, dunia usaha, para akademisi dan juga seluruh pemangku kepentingan yang saya tidak dapat sebutkan satu per satu. Namun saya ingin menyampaikan terima kasih atas kerjasama, dukungan, bantuan, masukan, kritikan terutama kritikan yang membangun yang diberikan kepada saya dan juga Kementerian Keuangan, sehingga kita terus memperbaiki kebijakan, regulasi dan respons Kementerian Keuangan dan keuangan negara di dalam menjalankan tugas negara.

Tiada gading yang tidak rusak, tiada gading yang tidak retak, tiada manusia yang sempurna. Pasti dalam menjalankan amanah ada kekurangan, ada kekhilafan, dan untuk itu saya dengan rendah hati memohon maaf.

Saya ingin mengucapkan selamat kepada pejabat baru, Pak Purbaya Yudhi, selamat mengemban amanat dan tanggung jawab, yang sangat penting yaitu mengelola dan menjaga keuangan negara dan memimpin Kementerian Keuangan. Semoga Pak Yudhi diberikan kemudahan dan sukses membantu Presiden Prabowo.

Untuk jajaran Kementerian Keuangan, saya titip untuk terus menjaga keuangan negara dan Kementerian Keuangan sebagai stabilitas dan instrumen yang luar biasa penting untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan kesejahteraan masyarakat Indonesia, serta kemajuan bangsa. Laksanakan dan lanjutkan tugas dengan amanah, profesional, kompeten dan jaga selalu integritas. Bantu pimpinan yang baru, dan terus melaksanakan tugas dengan dedikasi.

Saya pamit undur diri pagi hari ini, dan mohon mulai saat ini untuk hormati ruang privasi kami atau ruang pribadi saya sebagai warga negara biasa. Salam sehat untuk seluruhnya, sukses semuanya yang hadir, dan jangan pernah lelah mencintai Indonesia. Terima kasih.

Pewarta : Fifi Abdurahman