Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah menyiapkan program rekening bank otomatis untuk warga Indonesia yang berusia 17 tahun. Setiap warga yang memasuki usia tersebut dan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) nantinya akan mendapatkan rekening dengan saldo awal Rp50.000 dari pemerintah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan. Pemerintah menunjuk PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai bank yang dipersiapkan untuk mendukung program tersebut.
“Begitu mereka usianya 17 tahun langsung otomatis dikasih KTP dan dikasih rekening koran. Selain rekening koran itu pemerintah tentu akan memberikan biaya untuk mengisi rekening itu di angka Rp50.000 per orang. Jadi langsung rekeningnya terisi,” jelas Airlangga, seperti dikutip ANTARA, Kamis (10/9).
Pemerintah juga menyiapkan aturan agar saldo Rp50.000 tidak terpotong biaya administrasi. Airlangga mengatakan regulasi akan disiapkan dengan melibatkan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Program rekening massal tersebut ditargetkan dapat menjangkau hingga 200 juta penduduk dan menggunakan data kependudukan berbasis NIK dari Dukcapil.
Rekening tersebut tidak hanya ditujukan sebagai sarana transaksi. Pemerintah berencana menggunakannya untuk menyalurkan berbagai program, termasuk bantuan sosial tunai. Bagi pelaku UMKM, pemerintah juga menyiapkan sistem pembayaran QR yang diharapkan tidak membebankan biaya kepada pedagang.
“Ada payment system QR otomatis tersedia. QR tidak minta discount. Jadi, nol biaya untuk para pedagang. Diharapkan ini akan mendorong UMKM dan juga perekonomian syariah,” kata Airlangga.
Presiden Prabowo sebelumnya meminta BRI dan BSI menyiapkan rekening bagi masyarakat Indonesia. Data Dukcapil nantinya akan dipadankan dengan sistem BI, termasuk sistem pembayaran dan gateway yang terhubung dengan QRIS. Airlangga menyebut tingkat inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 93,62 persen, sementara literasi keuangan berada di 69,57 persen.
Mirip Trump Accounts, tetapi Berbeda Tujuan
Program rekening bank usia 17 tahun ini memiliki kemiripan dengan Trump Accounts di Amerika Serikat karena sama-sama memberikan dana awal dari pemerintah kepada masyarakat sejak usia tertentu. Namun, keduanya memiliki konsep berbeda.
Trump Accounts merupakan rekening tabungan sekaligus investasi untuk anak. Pemerintah AS memberikan kontribusi awal US$1.000 atau sekitar Rp16 juta untuk anak yang memenuhi syarat, kemudian dana tersebut langsung diinvestasikan pada reksa dana indeks seperti S&P 500. Program itu berlaku bagi anak yang lahir pada 1 Januari 2025 hingga 31 Desember 2028.
Sementara itu, program Indonesia lebih berfokus pada inklusi keuangan dan akses perbankan, dengan rekening yang dapat digunakan untuk transaksi, bansos, serta aktivitas UMKM.
Jadi, kesamaannya terletak pada pemberian dana awal pemerintah, sedangkan perbedaannya adalah Trump Accounts berorientasi investasi jangka panjang sejak bayi, sementara rekening Indonesia diarahkan menjadi rekening perbankan bagi warga yang memasuki usia 17 tahun.
