Jakarta, GPriority.co.id – Publik terus menyoroti perbedaan kebijakan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dengan Menteri Keuangan sebelumnya, Sri Mulyani Indrawati.
Terbaru, sebagaimana dilansir dari ANTARA, ketika membahas soal kebijakan fiskal Menkeu Purbaya menyebut jika APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) harus dihabiskan. Hal ini berbeda dengan sikap Sri Mulyani yang dikenal sangat berhati-hati terkait efisiensi dan penyimpanan dana negara di Bank Indonesia (BI).
Menkeu Purbaya justru mendorong pemanfaatan anggaran secara penuh, guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menilai, prinsip fiskal yang sehat ialah menggunakan anggaran yang sudah direncanakan tanpa harus menyisakan dana.
Menurutnya, apabila tidak siap dibelanjakan, harusnya sedari awal tak perlu dianggarkan oleh negara.
“Saya nggak tahu (cara kerja Sri Mulyani). Yang saya tahu, begini lah cara menjalankan kebijakan fiskal yang baik. Ilmu fiskal yang wajar seperti ini,” jelasnya.
Purbaya menambahkan, “Ketika anda punya dan sudah dianggarkan, habiskan. Kalau tidak berani dihabiskan, jangan didesain, jangan direncanakan (sedari awal). Itu saja.”
Jika anda melewatkannya, sejak dilantik pada Senin, 8 September 2025 lalu, Purbaya langsung mengeluarkan gebrakan yang menyita perhatian publik. Ia menyalurkan dana fantastis senilai Rp200 triliun ke bank-bank Himbara.
Dana tersebut dalam bentuk deposito on call, yang menggantikan penyimpanan di Bank Sentral. Ia membagikannya untuk bank Mandiri, BRI, hingga BNI, dengan masing-masing bank tersebut mendapat Rp55 triliun. Sementara BTN mendapat Rp25 triliun, dan BSI senilai Rp10 triliun.
Selain itu, Purbaya juga berencana mendesak kementerian/lembaga untuk mempercepat realisasi belanja mereka. Ia juga mengaku siap menarik kembali anggaran dari instansi yang kedapatan tak maksimal memanfaatkannya.
“Tadi saya izin ke presiden, bulan depan saya akan mulai beredar di kementerian yang besar, yang penyerapan anggarannya belum optimal. Kita akan coba lihat, kita akan bantu, saya akan kasih waktu sampai akhir bulan Oktober. Kalau mereka kita pikir nggak bisa belanja sampai akhir tahun, kita ambil uangnya,” ungkap Purbaya usai bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta.
Apabila sudah ditarik kembali, dana tersebut akan dialihkannya untuk menjalankan program-program yang langsung bersentuhan dan bermanfaat untuk masyarakat. Idenya tersebut pun mendapat lampu hijau dari Prabowo.
