Rampung Lawatan ke 4 Negara, Prabowo Bawa Pulang Sejumlah Kesepakatan Strategis

Presiden Prabowo Subianto saat tiba di Indonesia usai kunjungan kerja keluar negeri selama 6 hari/Foto Sekretariat Kabinet Presiden Prabowo Subianto saat tiba di Indonesia usai kunjungan kerja keluar negeri selama 6 hari/Foto Sekretariat Kabinet

Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Prabowo Subianto telah merampungkan rangkaian kunjungan kerja luar negeri yang dimulai sejak Jumat, (19/9) dan tiba kembali di Tanah Air pada Sabtu, (27/9).

Perjalanan panjang Kepala Negara kali ini utamanya bertujuan menghadiri Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat.

Namun, disela- sela itu, Prabowo juga melakukan kunjungan ke tiga negara lain, yakni Jepang, Kanada, dan Belanda. Seluruh kunjungan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan penting dan strategis bagi Indonesia.

“Alhamdulillah perjalanan cukup lama. Tapi saya kira bermanfaat, produktif. Kita dapat sambutan yang baik di mana-mana. Dan alhamdulillah pertemuan-pertemuan di PBB sangat produktif,” ujar Prabowo dalam keterangannya, dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, Minggu (28/9).

Peroleh Komitmen Investasi Rp380 Triliun dari Jepang

Negara pertama yang dikunjungi Prabowo adalah Jepang. Di sana, ia menyempatkan diri mengunjungi Paviliun Indonesia di Expo Osaka 2025.

Berdasarkan laporan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, dari ajang lima tahunan tersebut telah tercatat komitmen investasi sebesar USD 23,8 miliar atau sekitar Rp380 triliun.

Tuai Apresiasi Lewat Pidato di Sidang Umum PBB

Presiden Prabowo Subianto mendapatkan apresiasi Presiden AS Donald Trump usai pidato sidang PBB/Foto Instagram @sekretariat.kabinet
Presiden Prabowo Subianto mendapatkan apresiasi Presiden AS Donald Trump usai pidato sidang PBB/Foto Instagram @sekretariat.kabinet

Selanjutnya, Prabowo bertolak ke Amerika Serikat untuk menyampaikan pidato pada urutan ketiga dalam Sidang Umum PBB, setelah Brasil dan Amerika Serikat.

Prabowo menyampaikan pidato di hadapan 193 negara anggota PBB. Dalam kesempatan itu, Prabowo banyak mendapat apresiasi dan kekaguman dari para pemimpin dunia. Salah satunya dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

“Berani, tegas, konkret. Ada Presiden Amerika Serikat Anda bisa lihat sendiri, kemudian PM Kanada, kemudian tadi Raja Belanda, kemudian tadi pagi juga Presiden Macron menelpon beliau langsung menyampaikan apresiasi dan kebanggaan beliau atas pidato Bapak Presiden,” ujar Sekretariat Kabinet Teddy dalam keterangannya yang disiarkan melalui media sosial resmi Sekretariat Kabinet, dilihat Minggu (28/9).

Perkuat Kerja Sama dangan FIFA

Selain itu, kata Teddy, Prabowo juga bertemu dengan Presiden FIFA Gianni Infantino, yang menegaskan dukungan terhadap pengembangan akademi sepak bola muda Indonesia.

“Dalam waktu dekat tanggal 9 dan 12 Oktober kalau tidak salah Timnas Indonesia akan tampil di kualifikasi keempat piala dunia. Tidak mudah tapi bukan mustahil untuk Indonesia lolos di piala dunia. Dan kita minta nanti dalam pertandingan tersebut semuanya berjalan sesuai rencana dan netral,” kata Teddy.

Indonesia-Kanada Sepakat Hapus 90,5% Tarif Impor

Presiden Prabowo Subianto saat bertemu Perdana Menteri Kanada Mark Carney/Foto Instagram @sekretariat.kabinet
Presiden Prabowo Subianto saat bertemu Perdana Menteri Kanada Mark Carney/Foto Instagram @sekretariat.kabinet

Kunjungan berikutnya Prabowo ialah ke Kanada. Kunjungan Prabowo di Kanada berlangsung singkat. Meski begitu, ia diterima secara langsung oleh Gubernur Jenderal Mary Simon, serta bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Kanada, Mark Carney.

Dalam kesempatan itu, Indonesia dan Kanada resmi menandatangani Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA).

Melalui kesepakatan tersebut Kanada berkomitmen menghapus sebanyak 90,5 persen tarif impor terhadap produk asal Indonesia. Sementara, Indonesia memberikan liberalisasi sebesar 85,8 persen pos tarif.

Implementasi ICA-CEPA diproyeksikan akan mendorong ekspor Indonesia ke Kanada hingga mencapai USD 11,8 miliar pada 2030, dengan tambahan pertumbuhan PDB nasional sebesar 0,12 persen serta peningkatan investasi sebesar 0,38 persen.

“Ini terobosan juga. Kita sudah dengan Eropa, dengan Eropa 10 tahun, dengan Kanada juga berapa tahun. Terobosan,” tutur Prabowo.

Belanda Sepakat Kembalikan Benda Sejarah Indonesia

Setelahnya, Prabowo menuju Belanda. Kunjungan kali ini tampak istimewa, karena tidak hanya diterima oleh Raja Willem-Alexander sebagai Kepala Negara Belanda, tetapi juga Ratu Máxima di Istana Huis ten Bosch, Belanda.

Pertemuan resmi tersebut menandai penguatan hubungan bilateral kedua negara, termasuk kesepakatan Belanda mengembalikan sekitar 30 ribu benda dan artefak jawa bersejarah, serta fosil dan dokumen milik Indonesia.

“Saya kira itikad baik dari Belanda ingin memelihara hubungan baik dengan kita. Kemudian Ratu juga seorang, ternyata seorang ahli keuangan dan akan ke sini tanggal 25 November untuk diskusi sama ahli-ahli keuangan kita. Bagaimana untuk membantu keuangan rakyat yang belum mahir, belum pandai soal keuangan akan dibantu oleh PBB,” pungkas Prabowo.

Pewarta : Fifi Abdurahman