BYD Perkuat Pasar MPV lewat M6 EV dan M6 DM di GIIAS 2026

PT BYD Motor Indonesia memperkenalkan dua pilihan teknologi dalam keluarga BYD M6, yakni kendaraan listrik murni atau Battery Electric Vehicle (EV) dan Dual Mode (DM), pada acara GIIAS 2026, Rabu (29/7)/Foto : Dok. GPriority (Nindya Farhah Azzahrah) PT BYD Motor Indonesia memperkenalkan dua pilihan teknologi dalam keluarga BYD M6, yakni kendaraan listrik murni atau Battery Electric Vehicle (EV) dan Dual Mode (DM), pada acara GIIAS 2026, Rabu (29/7)/Foto : Dok. GPriority (Nindya Farhah Azzahrah)

Tangerang, GPriority.co.id – PT BYD Motor Indonesia memperkuat strategi kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) dengan menghadirkan dua pilihan teknologi dalam keluarga BYD M6, yakni kendaraan listrik murni atau Battery Electric Vehicle (EV) dan Dual Mode (DM).

Strategi tersebut diperkenalkan dalam ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (29/7).

President Director PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao mengatakan Indonesia menjadi pasar penting bagi BYD seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas dan percepatan elektrifikasi kendaraan.

“Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi BYD, dengan kebutuhan mobilitas yang terus berkembang dan beragam di setiap daerah. Melalui strategi New Energy Vehicle yang menggabungkan Battery Electric Vehicle (EV) dan Dual Mode (DM), kami ingin menghadirkan lebih banyak pilihan agar semakin banyak masyarakat Indonesia dapat beralih ke kendaraan energi baru sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar Eagle Zhao.

Ia menyampaikan, BYD secara global telah menjual lebih dari 1,8 juta kendaraan energi baru dengan sekitar 790 ribu unit merupakan penjualan ekspor. Capaian ekspor tersebut meningkat 68 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan telah menjangkau lebih dari 121 negara serta wilayah.

“BYD telah melampaui 17 juta New Energy Vehicles. BYD bangga menjadi perusahaan otomotif pertama di dunia yang mencapai pencapaian tersebut,” katanya.

Perkembangan kendaraan listrik juga terjadi di Indonesia. Eagle menyebut pangsa pasar kendaraan listrik nasional yang sebelumnya masih di bawah 1 persen kini telah melampaui 22 persen. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan Indonesia bergerak semakin cepat menuju era elektrifikasi.

Pada semester pertama 2026, BYD bersama Denza mencatat penjualan lebih dari 26 ribu unit atau sekitar 35 persen pangsa pasar kendaraan energi baru nasional. Selain itu, lebih dari 4.000 unit BYD M6 DM telah dipesan konsumen Indonesia.

“Jaringan BYD telah hadir di lebih dari 100 titik dari barat sampai timur Indonesia. Di mana ada pelanggan dan keberadaan BYD, kami ingin selalu hadir lebih dekat dan lebih mudah dijangkau,” ujar Eagle.

Menurut Eagle, mobilitas menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, sekitar 65 persen pasar kendaraan masih bergantung pada kendaraan berbahan bakar fosil. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang besar bagi transformasi menuju kendaraan energi baru.

“Kami percaya satu teknologi saja tidak dapat menjawab seluruh kebutuhan. Karena itu, kami membangun ekosistem melalui dua teknologi, yaitu EV dan DM. EV menghadirkan pengalaman listrik sepenuhnya, sementara DM menawarkan pengalaman electric first dengan jarak tempuh lebih panjang dan fleksibilitas pengisian bahan bakar,” katanya.

Pada GIIAS 2026, BYD juga memperkenalkan penyempurnaan BYD M6 EV yang diproduksi secara lokal. Varian Standard dibekali baterai 58 kWh dengan jarak tempuh hingga 450 kilometer dan dipasarkan seharga Rp395 juta. Selain itu, BYD menghadirkan warna Lavender Grey untuk BYD Seal dan BYD Sealion 7.

“Melalui teknologi EV dan DM, kami akan terus menghadirkan solusi mobilitas yang semakin cerdas, efisien, dan relevan untuk Indonesia yang lebih bersih dan berkembang,” tutur Eagle.