Dikira Lebih Sehat, Natrium Kaldu Jamur Ternyata 3 Kali Lipat Lebih Tinggi dari Micin!

Kaldu jamur vs Micin, mana yang lebih sehat diantara keduanya?/Foto : Dok. Istimewa Kaldu jamur vs Micin, mana yang lebih sehat diantara keduanya?/Foto : Dok. Istimewa

Jakarta, GPriority.co.id – Kaldu jamur selama ini kerap dianggap sebagai alternatif micin atau MSG yang lebih sehat. Namun, kandungan natrium dalam bumbu penyedap ini perlu diperhatikan karena beberapa produk mengandung garam dan penguat rasa tambahan.

Perbincangan tersebut mencuat setelah akun Threads @dr.fendy mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menganggap kaldu jamur lebih sehat daripada monosodium glutamat (MSG).

“Bumbu yang terdengar sehat tapi sebenarnya berbahaya adalah MICIN JAMUR atau kaldu rasa jamur. Dia bukanlah jamur yang dibuat jadi micin melainkan campuran garam, MSG, penguat rasa lain, beras, pati, gula, dan sedikit perisa jamur,” tulisnya.

“Makanya kalah jauh bila dibandingkan dengan micin biasa karena micin jamur itu jauh lebih banyak diproses dan kandungan natriumnya bisa 2-3x lipat lebih tinggi,” lanjut @dr.fendy.

Sementara itu, akun Threads @janelleaandmom juga mempertanyakan anggapan bahwa kaldu jamur lebih sehat daripada MSG.

“Gw sempet baca kemaren katanya sebenernya penggunaan micin/vetsin itu slightly better daripada using kaldu jamur kaya t****e karena sebenernya kandungan di dalem vetsin/micin tuh yang bener-bener cuma msg & garam. thoughts?,” tulis @janelleandmom.

Perbandingan Kandungan MSG dan Kaldu Jamur

Secara komposisi, MSG murni merupakan penyedap yang mengandung sekitar 12 persen natrium. Menurut Ajinomoto, kandungan natriumnya lebih rendah dibandingkan garam dapur yang mengandung sekitar 39 persen natrium. MSG juga dapat membantu mengurangi penggunaan garam ketika digunakan secara tepat.

Sebaliknya, kaldu jamur merupakan bumbu campuran yang komposisinya dapat mencakup garam, MSG, gula, pati, ekstrak atau perisa jamur, serta penguat rasa lain. Karena formulasi setiap merek berbeda, kandungan natriumnya tidak bisa disamaratakan atau dipastikan selalu dua hingga tiga kali lebih tinggi daripada MSG.

Kelebihan, Kekurangan, dan Harga

MSG murni unggul karena komposisinya sederhana, memberikan rasa umami, dan relatif ekonomis. Kekurangannya, MSG tidak memberikan kompleksitas rasa kaldu jamur.
Kaldu jamur menawarkan rasa gurih dengan karakter jamur yang cocok untuk sup, tumisan, dan masakan vegetarian. Namun, campuran bahan dan kandungan garamnya membuat konsumen perlu memeriksa label gizi.

Di Indonesia, MSG Ajinomoto 100 gram ditemukan sekitar Rp5.950, sedangkan kaldu jamur Totole 200 gram berkisar Rp28.900–Rp39.998 berdasarkan listing penjualan daring. Harga dapat berubah sesuai toko, ukuran kemasan, dan promosi.

Batasi Natrium, Bukan Sekadar Memilih Bumbu

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan konsumsi natrium orang dewasa kurang dari 2.000 miligram per hari, setara kurang dari 5 gram garam. Kelebihan natrium dapat meningkatkan tekanan darah dan risiko penyakit kardiovaskular.

Karena itu, konsumen sebaiknya membandingkan informasi nilai gizi per takaran saji, memperhatikan ukuran penggunaan, dan mengurangi tambahan garam. Label “kaldu jamur” atau “non-MSG” tidak otomatis berarti produk lebih rendah natrium.

Kesimpulannya, MSG maupun kaldu jamur dapat digunakan sebagai penyedap. Pilihan yang lebih tepat bergantung pada komposisi, jumlah pemakaian, dan total natrium dari seluruh makanan yang dikonsumsi.