Jakarta, GPriority.co.id – Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Rio Sambodo, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk melakukan audit keselamatan kebakaran secara menyeluruh terhadap seluruh aset pasar milik pemerintah daerah di Ibu Kota.
Desakan tersebut disampaikan Rio sebagai respons atas kebakaran hebat yang melanda Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Senin (15/12).
“Pemprov DKI Jakarta perlu melakukan audit keselamatan kebakaran secara menyeluruh terhadap seluruh aset pasar milik pemerintah daerah. Hasil audit tersebut harus ditindaklanjuti secara tegas melalui perbaikan infrastruktur, peneguran administratif, hingga pemberian sanksi sesuai ketentuan bagi pihak yang terbukti lalai,” kata Rio kepada GPriority, Selasa (16/12).
Selain itu, Rio mendorong pembahasan revisi Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Gubernur (Pergub) yang mewajibkan standar sertifikasi keselamatan kebakaran. Ia juga menekankan pentingnya pelatihan rutin bagi pengelola dan pedagang, serta pengalokasian anggaran khusus untuk modernisasi sistem pencegahan kebakaran di pasar tradisional.
Rio turut meminta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta untuk menyampaikan evaluasi menyeluruh kepada DPRD, termasuk terkait kesiapan dan respons petugas, ketersediaan hidran dan alat pemadam api ringan (APAR), serta efektivitas sistem deteksi dini kebakaran di pasar-pasar tradisional.
Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, August Hamonangan, mengingatkan Pemprov DKI bahwa peristiwa kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati bukan kali pertama terjadi di pasar tradisional.
Ia mencontohkan kebakaran di Pasar Taman Puring, yang hingga kini para pedagangnya belum mendapatkan kepastian terkait tempat berdagang.
Menurut August, Pemprov DKI harus serius meningkatkan standar keselamatan di pasar-pasar. Pasalnya, masih banyak pasar yang fasilitas keamanannya belum memadai.
“Masih seringkali pedagang-pedagang dan para pembeli beraktivitas di pasar-pasar yang APAR-nya belum memadai, kelistrikannya berantakan, dan lain-lain yang bisa meningkatkan risiko kebakaran. Kondisi ini jangan sampai berlarut lebih lama lagi,” pungkas August.
Baik Rio Sambodo maupun August Hamonangan turut menyampaikan belasungkawa dan rasa prihatin mendalam atas kebakaran yang menghanguskan sekitar 350 kios pedagang di Pasar Induk Kramat Jati.
