Jakarta, GPriority.co.id – Wacana kenaikan tarif Transjakarta, ditolak DPRD DKI Jakarta.
Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) DKI Jakarta menolak usulan kenaikan tarif TransJakarta yang saat ini tengah dikaji oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
“Saya dengan tegas menolak wacana kenaikan tarif Transjakarta yang saat ini sedang dikaji oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta,” tegas Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino.
Alasannya, kenaikan tarif tersebut dinilai akan memberatkan masyarakat, khususnya mereka yang sehari-hari menggunakan angkutan umum.

Menurutnya, TransJakarta sebagai layanan publik harus tetap terjangkau bagi semua kalangan, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah.
Alih-alih menaikkan tarif, ia mengusulkan peningkatan kualitas layanan melalui pengelolaan yang lebih baik dan alokasi anggaran yang efisien.
Wibi mengingatkan, kenaikan tarif dapat mendorong masyarakat kembali menggunakan kendaraan pribadi, sehingga memperparah kemacetan lalu lintas dan polusi udara.
“Saya percaya bahwa subsidi yang diberikan untuk layanan ini adalah bentuk investasi pemerintah untuk memastikan akses transportasi yang merata dan adil,” ungkapnya.
Ia pun mendesak Dinas Perhubungan untuk membatalkan rencana kenaikan tarif yang saat ini ditetapkan sebesar Rp3.500 dan tetap mengutamakan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, khususnya yang sangat membutuhkan.
“Jakarta membutuhkan solusi yang berpihak pada rakyat, bukan kebijakan yang memberatkan,” jelas Wibi.
Ditolak Banyak Pihak
Lebih lanjut, kenaikan tarif Transjakarta juga ditolak oleh anggota DPRD Jakarta Fraksi PKS, M. Taufik Zoelkifli.
Menurutnya, tarif Rp3.500 sejak tahun 2007, sudah pas untuk angkutan umum Transjakarta.
“Kita tidak terlalu setuju kalau Transjakarta itu naik. Walaupun memang sudah sejak tahun 2007 jadi sudah 17 tahun itu tiket Transjakarta Rp 3.500 adalah sangat murah,” ujar Taufik seperti dilansir dari detik.

Menurut Taufik, jika tarif Transjakarta dinaikkan, justru warga Jakarta bisa saja beralih, dan jumlah penumpangnya pun bisa menurun.
“Kalau dinaikkan, kemungkinan akan turun minat dari kelas menengah ke bawah untuk naik TransJakarta dan mereka akan kembali menggunakan kendaraan pribadi seperti motor dan bikin macet,” jelasnya.
Foto : Istimewa
