Jakarta, GPriority.co.id – Penerapan efisiensi dana bukan hanya dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Ternyata klub sepak bola sekelas MU (Manchester United) kini juga dikabarkan menerapkan efisiensi dana. Bahkan, pelatih MU Ruben Amorim, sampai menggunakan uang pribadi untuk biayai ongkos 30 stafnya untuk Final Liga Eropa.
Pelatih MU Ruben Amorim, mengambil langkah luar biasa dengan membiayai sendiri seluruh perjalanan dan tiket bagi 30 staf beserta keluarga mereka, agar dapat menyaksikan final Liga Europa di Bilbao.
Keputusan tersebut diambil usai pihak klub MU menyatakan bahwa staf pelatih, fisioterapis, dan tim pendukung lainnya harus membeli tiket sendiri tanpa subsidi, untuk pertandingan penting melawan Tottenham Hotspur.
Terbukti, di tengah kebijakan penghematan besar yang diterapkan MU termasuk pemotongan anggaran serta perjalanan dan rencana pengurangan 200 posisi pekerjaan, Amorim menunjukkan kepemimpinannya dengan memberi dukungan nyata kepada tim pendukungnya.
Langkah yang diambil oleh Amorim dinilai sangat kontras dengan kebijakan klub, yang hanya menyediakan dua tiket tanpa fasilitas tambahan bagi staf ataupun pemain.
Selain itu, sebagai bentuk penghargaan terhadap kerja keras dan loyalitas para staf yang sebagian besar dibawanya dari Sporting CP, Amorim juga mengizinkan mereka masing-masing membawa dua anggota keluarga.
Hal ini menunjukkan apresiasi Amorim terhadap kontribusi orang-orang di balik layar yang telah mendukung masa transisi MU di bawah kepemimpinannya sejak November lalu. Disamping itu, ia juga menyoroti perbedaan pendekatan antara kepemimpinan personal dan kebijakan korporat klub.
Sebagai informasi, Ruben Amorim merupakan mantan pemain sepak bola profesional dan pelatih sepak bola asal Portugal yang saat ini menjadi manajer klub Primeira Liga, Sporting CP.
Setelah pensiun pada tahun 2017, Amorim memulai karir kepelatihannya di Casa Pia pada tahun 2018, sebelum mengundurkan diri pada tahun yang sama karena perselisihan dengan Federasi Sepak Bola Portugal (FPF).
Amorim kemudian ditunjuk sebagai pelatih kepala di Braga B, sebelum mengambil alih tim utama pada Desember 2019 dan berhasil memenangkan Taça da Liga 2020.
Foto : Dok. The Independent
