Haruskah Membeli Baju Baru Setiap Lebaran? Simak Hukumnya Menurut Islam

Jakarta, GPriority.co.id – Satu hal yang identik dengan lebaran adalah membeli dan memakai baju baru. Menurut penuturan ibu N, membeli baju baru setiap lebaran dijadikan tradisi oleh anggota keluarganya, agar bagus ketika di foto.

“Iya, setiap lebaran beli baju baru biar seragaman sama suami, anak, mantu, dan cucu-cucu. Terus pilih model bajunya juga yang sekiranya bisa dipake lagi selain momen lebaran. Misalnya untuk kondangan, atau acara-acara pengajian. Kalau yang cowok kan baju koko bisa dipakai lagi buat sholat ke masjid,” ungkapnya.

Diakuinya, setiap tahun ia tidak pernah mematok harga baju lebaran. Hanya ia biasanya mencari model yang berbeda, dengan tema warna yang juga berbeda. “yang penting seragaman”, ujarnya.

Jika dilihat dari kacamata Islam, bagaimana terkait membeli baju baru setiap lebaran?

Dikutip dari situs NU Online, Ustadz Alhafiz Kurniawan berpendapat, bahwa ada beberapa kemungkinan umat Islam memilih untuk membeli baju baru setiap lebaran.

  1. Karena baju lebaran tahun lalu sudah tidak muat dan nyaman digunakan,
  2. Karena baju lebaran tahun lalu sudah pudar warnanya dan tak lagi elok jika dipakai.

Dalam hal ini, Ustadz Alhafiz Kurniawan yang merupakan Pengurus Besar NU mengambil penggalan dari sebuah kitab.

Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin dalam kitab Busyral Karim menjelaskan tentang anjuran mengenakan pakaian terbaik di Hari Raya Idul Fitri. Selain itu, seorang yang hendak keluar pada saat Hari Raya Idul Fitri, dianjurkan terlebih dulu untuk berhias dan memakai wewangian, seperti dikutip dari laman resmi NU Online.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa membeli baju setiap lebaran, tidak lah wajib dan tidak dilarang juga dalam pandangan Islam. Hanya saja, Islam menyerukan agar pakaian lebaran yang digunakan adalah pakaian yang terbaik. Entah itu pakaian lama atau pakaian baru. Lebih disarankan lagi jika berwarna putih, karena mencerminkan kesucian seperti halnya Hari Raya Idul Fitri.

Foto : ZamZam