Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir memastikan Indonesia telah mengamankan posisi runner-up klasemen akhir di ajang SEA Games 2025, meski seluruh pertandingan belum rampung digelar.
Hingga saat ini, Indonesia telah mengoleksi 91 medali emas dan masih berpeluang menambah dua emas tambahan. Sementara itu, Vietnam yang berada di posisi ketiga baru mengumpulkan 86 emas, dengan peluang maksimal menambah tiga emas lagi.
Menurut Erick, perhitungan perolehan medali memastikan posisi Indonesia tidak mungkin terkejar. “Dalam skenario terburuk sekalipun, Vietnam hanya bisa mencapai 89 emas, sedangkan Indonesia sudah 91. Artinya posisi runner-up sudah pasti,” ujar Erick dalam keterangan resminya, Sabtu (20/12).
Capaian ini menjadi tonggak sejarah bagi Indonesia di ajang SEA Games. Erick mengungkapkan, terakhir kali Indonesia finis sebagai runner-up terjadi pada SEA Games 1995, atau hampir 30 tahun lalu.
Keberhasilan tersebut sekaligus mencerminkan tren peningkatan performa atlet nasional di kawasan Asia Tenggara, baik dari sisi kesiapan teknis maupun mental bertanding.
Erick menegaskan, capaian ini tidak terlepas dari dukungan penuh Presiden Prabowo Subianto, termasuk kebijakan penambahan anggaran untuk SEA Games 2025 yang memungkinkan Indonesia mengirim atlet terbaik di setiap cabang olahraga.
Selain itu, kebijakan bonus Rp1 miliar bagi peraih medali emas disebut menjadi faktor penting dalam meningkatkan motivasi atlet.
“Bonus ini bukan sekadar penghargaan, tapi juga jaminan masa depan. Banyak orang tua kini melihat bahwa menjadi atlet juga punya kepastian,” kata Erick.
Dengan keberhasilan mengunci posisi runner-up, Indonesia tidak hanya mencatat prestasi di klasemen akhir, tetapi juga menegaskan arah baru pembinaan olahraga nasional yang lebih terencana, kompetitif, dan berkelanjutan..
