Jakarta, GPriority.co.id – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H atau hari lebaran bagi umat Islam, jasa penukaran uang di pinggir jalan menjadi satu hal yang paling dicari. Terlebih apabila kuota penukaran uang resmi dari Bank Indonesia sudah penuh.
Di sepanjang pinggir jalan Kalimalang, Jakarta Timur (arah pantura), terpantau oleh tim GPriority pada Selasa (10/3), ada beberapa jasa penukaran uang di tengah lalu lalang kendaraan yang sibuk melintas.
Sayangnya, penyedia jasa penukaran uang tersebut rata-rata tak mau diwawancara hingga menggunakan masker untuk menghindari identitasnya.
Salah satu penyedia jasa penukaran uang, K, mengaku jika ia telah lama menggeluti usaha ini. Berbagai nominal uang mulai dari pecahan Rp1.000, Rp2.000, hingga Rp20.000, tersedia. Dengan mengenakan biaya tambahan 15 persen setiap 1 gepok uang, K meraih untung cukup besar setiap tahunnya.
Sebagai contoh, apabila pengguna jasa menukarkan uang Rp500.000 dengan pecahan Rp5.000, maka biaya tambahan yang harus dibayarkan ialah sebesar Rp75.000.
K yang tidak bersedia diwawancarai oleh GPriority mengaku jika dirinya membuka jasa penukaran uang hingga lebaran, tergantung stok yang tersedia dari pengepul. Namun ia memastikan, semua uang yang tersedia merupakan uang asli.
“Iya ada sampai lebaran. Tergantung stoknya. Semuanya dijamin uang asli,” ujarnya singkat.
Sementara itu dilansir dari laporan ANTARA pada Selasa (10/3), Bank Indonesia (BI) sebenarnya secara tegas telah mengimbau masyarakat untuk tidak menukar uang di jasa penukaran pinggir jalan.
BI menekankan, penukaran uang di pinggir jalan sangat berisiko tinggi. Mulai dari potensi uang palsu, jumlah yang tidak sesuai, hingga adanya biaya tambahan sebesar 10-20 persen.
Untuk itu, BI pun mengarahkan masyarakat untuk menukarkan uang lebaran melalui kas keliling resmi atau perbankan, agar keamanan dan keaslian uang yang ditukarkan terjamin.
Sayangnya, periode penukaran uang resmi tersebut telah usai. Bahkan banyak masyarakat yang mengeluhkan tak kebagian kuota penukaran uang. Padahal, BI telah membuka hingga 2 periode.
Soal kemungkinan pembukaan periode ke-3 penukaran uang melalui layanan kas keliling, BI menegaskan hingga saat ini belum ada rencana tersebut.
“Tidak ada periode ke-3 ya, Sobat. Sebagai alternatif, kamu bisa memilih lokasi lainnya, memantau Instagram Kantor Perwakilan BI setempat, atau berkoordinasi dengan perbankan umum terdekat,” tulis Bank Indonesia pada salah satu postingan Instagramnya.
