Jelang HUT RI, KKB Tantang WNI Ancam Perang di Wamena

Para anggota KKB Papua yang sedang berkumpul/Foto : Dok. Istimewa Para anggota KKB Papua yang sedang berkumpul/Foto : Dok. Istimewa

Wamena, GPriority.co.id –  Situasi keamanan di Wamena, Papua Pegunungan, menjadi perhatian menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Kelompok yang disebut sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dari faksi Komnas TPNPB dilaporkan mengeluarkan ancaman terhadap pemerintah dan masyarakat yang mengikuti rangkaian perayaan kemerdekaan.

Informasi tersebut beredar melalui siaran pers yang diterbitkan pada Minggu (9/8) dan kemudian dikutip dalam unggahan Instagram @respublicaproject.

Dalam pernyataan yang dikaitkan dengan Mayor Ebarowak Gwijangge, kelompok tersebut mengklaim siap melakukan perlawanan bersenjata di Kota Wamena.

“Kami siap perang di Kota Wamena. Silakan gelar perayaan HUT ke-81 RI di Jakarta, bukan di Papua,” demikian pernyataan yang dikutip dari siaran pers tersebut.

Kelompok tersebut juga menyerukan penghentian aktivitas di sejumlah ruas jalan, termasuk jalur Trans-Wamena dan wilayah kabupaten lainnya. Mereka meminta masyarakat, pejabat daerah, serta pihak lain tidak menggelar upacara HUT RI di wilayah yang mereka klaim berada dalam pengaruh kelompok tersebut. Informasi serupa juga diberitakan media lokal dengan menyebut adanya ultimatum terhadap kegiatan perayaan 17 Agustus.

Ancaman yang disebut ditujukan kepada warga sipil menjadi perhatian serius. Dalam pernyataan tersebut, masyarakat yang mengikuti upacara HUT RI bahkan disebut akan ditindak dan dituduh sebagai bagian dari aparat atau intelijen pemerintah.

Namun, klaim mengenai keberadaan pasukan bersenjata di sekitar Kota Wamena maupun ancaman yang akan dilakukan tetap perlu diverifikasi melalui keterangan resmi aparat keamanan.

Pemberitaan mengenai pernyataan kelompok tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh klaim yang disampaikan telah terkonfirmasi.

Kekhawatiran terhadap keamanan masyarakat juga muncul setelah insiden penembakan di sekitar Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) 2026 di Walesi, Kabupaten Jayawijaya, pada Sabtu (8/8).

Dua warga sipil terluka dalam kejadian tersebut. TNI-Polri sebelumnya menyatakan penyelidikan dilakukan untuk mengungkap kelompok yang bertanggung jawab.

Belakangan, Kapendam XVII/Cenderawasih Kol Inf Tri Purwanto mengatakan hasil penyelidikan mengindikasikan keterlibatan KKB Kodap III Ndugama dalam penembakan tersebut. Aparat menyatakan akan terus melakukan pengamanan untuk melindungi masyarakat.

Situasi ini membuat aspek keselamatan warga di Wamena menjadi perhatian utama menjelang 17 Agustus. Masyarakat diimbau mengikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah daerah serta aparat keamanan, terutama terkait pelaksanaan kegiatan dan kondisi keamanan di wilayah masing-masing.

Di tengah beredarnya berbagai informasi mengenai ancaman KKB menjelang HUT RI, masyarakat juga perlu berhati-hati terhadap informasi yang belum terverifikasi agar tidak memperkeruh situasi.