Kecelakaan Oliver Bearman di F1 GP Jepang 2026 Picu Sorotan, Apa Penyebabnya?

kecelakaan Pembalap Haas, Oliver Bearman, tuai sorotan/Foto : Dok. RaceFans kecelakaan Pembalap Haas, Oliver Bearman, tuai sorotan/Foto : Dok. RaceFans

Jepang, GPriority.co.id – Insiden kecelakaan yang dialami pembalap Haas, Oliver Bearman, pada ajang Formula 1 Japanese Grand Prix 2026 menjadi sorotan besar di dunia balap. Kecelakaan tersebut diduga kuat dipicu oleh perbedaan kecepatan signifikan akibat regulasi mesin baru Formula 1 musim 2026.

Menurut laman RaceFans, Bearman mengalami kecelakaan hebat saat melaju dengan kecepatan tinggi, bahkan tercatat mencapai sekitar 300 km/jam sebelum kehilangan kendali. Insiden terjadi ketika ia mencoba menyalip mobil di depannya, namun perbedaan kecepatan yang terlalu besar membuatnya gagal mengontrol kendaraan dan akhirnya menghantam pembatas lintasan.

Kemudian mobil Bearman mengalami deselerasi hingga 50G saat benturan terjadi, angka yang menunjukkan betapa kerasnya dampak kecelakaan tersebut. Beruntung, pembalap muda asal Inggris itu tidak mengalami cedera serius, hanya mengalami memar di bagian lutut kanan.

Dalam pernyataannya, Bearman menggambarkan insiden tersebut sebagai momen yang menegangkan.

“Itu adalah momen menakutkan,” ujar Bearman yang sekaligus mengungkapkan rasa syukurnya karena bisa selamat dari kecelakaan besar tersebut.

Kecelakaan ini langsung memicu kekhawatiran luas terkait regulasi baru mesin Formula 1 2026. Sistem tenaga terbaru menggabungkan distribusi tenaga antara mesin pembakaran internal dan energi listrik secara lebih seimbang. Namun, perubahan ini justru menciptakan perbedaan kecepatan signifikan antar mobil di lintasan.

Dalam kondisi tertentu, mobil yang menggunakan mode “overtake” atau dorongan energi listrik dapat melaju jauh lebih cepat dibanding mobil di depannya yang sedang dalam mode pengisian energi. Hal inilah yang diduga menjadi penyebab utama kecelakaan Bearman.

Beberapa pembalap dan pihak tim langsung menyuarakan kekhawatiran mereka. Pembalap senior Carlos Sainz menegaskan bahwa masalah ini tidak bisa diabaikan. Ia mendesak FIA untuk segera mengambil tindakan.

“Kita tidak bisa menerimanya begitu saja,” tegasnya, merujuk pada risiko keselamatan yang ditimbulkan oleh regulasi baru.

Sementara itu dilansir dari laporan The Times, sejumlah pihak juga menilai bahwa insiden ini sudah bisa diprediksi sejak awal musim. Perbedaan kecepatan antar mobil yang bisa mencapai puluhan kilometer per jam membuat situasi menyalip menjadi jauh lebih berbahaya dibanding sebelumnya.

Bahkan, kecelakaan ini disebut sebagai bukti nyata kelemahan sistem regulasi baru Formula 1. Dalam balapan di sirkuit Suzuka, Bearman dilaporkan mendekati mobil di depannya dengan selisih kecepatan hingga sekitar 45–50 km/jam sebelum kehilangan kendali.

Laporam Sky Sports menyebut jika Federasi otomotif internasional, FIA, pun langsung merespons insiden ini. Mereka mengonfirmasi akan mengadakan pertemuan khusus pada April untuk mengevaluasi regulasi teknis yang berlaku saat ini.

Selain isu keselamatan, insiden ini juga memengaruhi jalannya balapan. Kecelakaan Bearman memicu keluarnya safety car yang kemudian dimanfaatkan oleh pembalap muda Kimi Antonelli untuk mengamankan kemenangan.

Kemenangan tersebut membuat Antonelli mencatat sejarah sebagai pemimpin klasemen termuda di Formula 1 musim ini.

Namun, sorotan utama tetap tertuju pada aspek keselamatan. Banyak pihak menilai bahwa jika tidak segera diperbaiki, regulasi mesin baru ini bisa memicu kecelakaan yang lebih fatal di masa depan, terutama di sirkuit sempit seperti Monaco atau Singapura.