Jakarta, GPriority.co.id – Polemik pemberian Bantuan Hari Raya (BHR) 2025 kepada pengemudi ojek online kini menuai banyak kritik, khususnya dari mitra sendiri.
Seperti diketahui, PT Gojek Indonesia resmi menetapkan jatah BHR 2025 mulai dari Rp 50.000 sampai Rp 900.000 yang dihitung dengan kinerja para mitra setiap hari.
Salah satu mitra Gojek, Nurtajudin (32) mengungkapkan keluh kesahnya usai menerima pemberian Bantuan Hari Raya 2025. Menurutnya kriteria tersebut memberatkan para mitra.
“Saya keberatan lantaran peraturannya kurang berpihak bagi para mitra itu sendiri, seharusnya dipukul rata semua,” ujarnya kepada GPriority, Selasa (25/3).
Pengemudi Go Kilat itu menilai pihak PT Gojek tidak menghargai kinerja para mitra saat memberikan Bantuan Hari Raya 2025.
“Saya tetap terima, tapi enggak masuk akal aja kok bisa dapet Rp50 ribu, padahal saya narik setiap hari selama satu tahun lebih,” sambungnya.
Padahal jika nominalnya sesuai, Nurtajudin berencana akan kirim uang tersebut ke istri dan anaknya yang berada di Kota Lampung.
Lebih lanjut, Nurtajudin berharap adanya evaluasi PT Gojek Indonesia terkait pemberian BHR yang terbilang minim bagi para mitra.
“Saya berharap program BHR ini kedepannya bisa lebih adil lagi dan memanusiakan upaya para mitra sendiri,” ucapnya.
Editor: Novita Intan
Foto: GPriority/Dimas A Putra
