Jakarta, GPriority.co.id – Memasuki tahun 2024, banyak calon pengantin muda yang merencanakan pernikahan. Dari sekian banyak tempat pernikahan seperti ballroom atau gedung serbaguna, restoran, sampai rumah, berdasarkan hasil riset dari Santika Indonesia Hotels & Resorts, menunjukkan data bahwa banyak calon pengantin saat ini lebih memilih untuk melangsungkan pernikahan di hotel.
Pada press conference ‘Best Wedding Deals 2024 : Forever Beginning’, Corporate Loyalty Program Manager Hotel Santika, Anwar Riksono, mengatakan bahwa hotel memiliki banyak keunggulan dibandingkan venue pernikahan lain. Seperti lebih praktis dan fasilitas yang tersedia relatif lengkap.
Dari 247 responden dari seluruh Kota dan Kabupaten di Indonesia, menunjukkan bahwa tingkat ketertarikan calon pengantin memilih hotel sebagai venue pernikahan adalah sebanyak 8,19 poin dari 10.
Pada riset tersebut, dihasilkan alasan-alasan yang beragam calon pengantin Gen X, Gen Y, dan Gen Z dalam hal memilih hotel sebagai tempat pernikahan.
Diantara lain, hotel memiliki fasilitas kamar untuk menginap, memiliki fasilitas pendukung yang lengkap, memiliki paket honeymoon, bersih dan nyaman, serta tempat parkir yang luas. Selain itu, terdapat juga promo dan diskon saat dealing.
“Alasan utama itu karena ada promo. Karena untuk Gen Z, promo itu dikejar, dicari. Sehingga program menikah di hotel itu menjadi menarik bagi kalangan Gen Z. Tapi kalau untuk milenial dan Gen X, ini karena banyak fasilitas yang ada. Jadi promo nomor 1, fasilitas nomor 2,” ujar Anwar.
Di zaman yang serba modern ini, juga di dapatkan fakta bahwa calon pengantin dari Gen X, Gen Y, juga Gen Z, memilih untuk menyebarkan undangan digital kepada para tamu undangan. Hal ini dikarenakan undangan digital lebih praktis, distribusinya lebih cepat, dan feedback dari tamu undangan bisa lebih presisi.
“Waktu saya nikah 5 tahun lalu, undangan digital belum ada. Malah takut banyak yang datang nanti. Tapi saat ini banyak platform yang sudah mengantisipasi itu. 8 dari 10 Gen Z pasti mempunyai undangan digital saat menikah. Mereka juga harus punya foto yang bagus untuk dipasang di undangan digital,” ungkap Anwar.
Begitupun dengan sumbangan atau amplop via transfer yang saat ini semakin berkembang. Berdasarkan penuturan Anwar, meski sebagian orang menganggap sebagai hal yang tidak lazim, namun mayoritas Gen Z menjadikan sumbangan transfer sebagai alternatif saat ini.
“Perkembangan teknologi dan social culture menunjukkan bahwa Gen Z memiliki kecenderungan untuk membuka sumbangan pernikahan melalui digital seperti transfer. Bahkan ada juga yang mengajak industri perbankan sebagai sponsor pernikahan,” tuturnya.
Foto : Nindya
