Bandung, GPriority.co.id-Langkah Indonesia untuk menguasai pasar dunia terus diwujudkan oleh BUM Desa termasuk Pulosari Handal yang terletak di Pangalengan, Bandung, Jawa Barat.
Dalam siaran persnya beberapa waktu yang lalu BUM Desa Pulosari Handal berhasil mengekspor produk pertanian kentang dan buncis ke Singapura.
Lantas bagaimana mereka bisa menembus ekspor Singapura? Dijelaskan oleh Kades Pulosari, Agus Rusman, sejak didirikan 3 bulan yang lalu, BUM Desa Pulosari Handal bergerak cepat membentuk badan hukum.
“Setelah badan hukum terbentuk, kami tertantang untuk mengembangkan hasil alam Desa Pulosari berupa produk pertanian yang dikenal memiliki kualitas bagus. Setelah memutar otak, kami segera mencari informasi mengenai pasar yang mampu menampung produk pertanian agar memiliki nilai jual yang tinggi. Hasilnya bertemu dengan manajemen PT Elevasri Agri Indonesia (Elevarm) yang bergerak di bidang ekspor. Mereka mau diajak kerja sama untuk memasarkan kentang dan buncis ke pangsa pasar luar negeri atau ekspor,” kata Agus Rusman kepada Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar di Pangalengan beberapa waktu yang lalu.
Lebih lanjut dikatakan Agus, usai melakukan MoU, Elevarm melakukan beberapa proses dan tahapan. Setelah lulus uji dan dinyatakan siap ekspor, maka Elevarm mengekspor kentang yang mencapai 8 ton per minggu, buncis kenya 200 kg.
” Hasilnya kami meraih nilai ekspor perdana kentang Rp112.000.000, dan buncis kenya Rp3.400.000 per minggu atau total mencapai Rp115.400.000,” ucap Agus.
Ekspor perdana tersebut seperti menjadi gerbang pembuka, karena dalam setiap bulannya pendapatan BUM Des Pulosari Handal Pulosari bisa menembus angka Rp15 juta. “Alhamdulillah berkat ekspor ini kami mampu menyerap tenaga kerja sekitar 60 orang yang terdiri dari tenaga kerja dan mitra usaha pada unit usaha air bersih, pariwisata, energi terbarukan, agen bank dan pertanian,” jelas Agus.
Mengakhiri perbincangan, Agus meminta Kemendes PDTT untuk membantu pemasaran produk kopi Desa Pulosari agar semakin meluas.
Gus Halim begitu Mendes Agus Halim Iskandar disapa siap membantu proses pemasarannya. Ia juga meminta kepada awak media untuk turut memberitakan kesusksesan ini sehingga bisa menjadi inspirasi bagi Bum Desa lainnya. “Saya yakin visi Indonesia Emas 2045 berada di high level ekonomi bisa terwujud,” tutur Gus Halim menutup sambutannya. (Hs.Foto: Humas Kemendes PDTT)
