Konten Pendidikan untuk Mencerdaskan Bangsa

Parigi,Gpriority-“Cerdaskan Bangsa dengan Konten Pendidikan” merupakan tema yang diangkat di dalam Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 15 November 2021 di Parigi, Sulawesi Tengah.

Empat orang narasumber tampil dalam seminar ini, yaitu Indra Samsie selaku dosen; Ninuk Williani selaku dosen; Dr. Eng Willem Musu selaku dosen Dipa Makassar; serta Joddy Caprinata selaku pemengaruh. Diskusi tersebut dimoderatori oleh Humaerah selaku jurnalis. Kegiatan yang diadakan di Parigi ini diikuti oleh 450 peserta. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Materi pertama dibawakan Indra Samsie berjudul “Saatnya Pendidik jadi Teman bagi Anak Didik”. Berbicara mengenai anak didik, maka kita tidak dapat terlepas dari generasi Z mengingat saat ini mayoritas anak didik merupakan generasi Z. Indra menuturkan bahwa generasi Z memiliki pengetahuan teknologi diatas rata-rata serta memiliki rasa ingin tahu yang besar. Menurut Indra, terdapat tiga keterampilan digital yang tidak hanya diperlukan oleh tenaga pendidik, namun juga diperlukan oleh anak didik. Tiga keterampilan tersebut diantaranya adalah optimasi penggunaan mesin pencari, pengembangan situs, serta pemasaran digital.

Selanjutnya, sesi pemaparan oleh Joddy Caprinata yang tema “Menghargai Karya dan Konten Orang Lain di Media Sosial”. Joddy menuturkan bahwa saat ini kita telah hidup di dua dunia, yaitu dunia nyata dan dunia maya. Dunia maya sendiri memiliki beberapa karakteristik, yaitu tidak tersentuh, memiliki jangkauan yang luas yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu, serta bersifat massal, mudah diterima, dan mudah dibagikan. Saat kita sudah memahami karakteristik dunia maya, maka sangat penting bagi kita untuk menghargai satu sama lain agar tercipta hal yang positif di internet.

Pemateri ketiga, Ninuk Wiliani, memaparkan tema “Cerdaskan Bangsa dengan Konten Pendidikan”. Ninuk menjelaskan bahwa masyarakat Indonesia masih perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi transformasi digital mengingat Indonesia masih berada di peringkat 74 dari 120 negara. Selain itu, menurut data, ditemukan bahwa terdapat 8.878 temuan isu hoaks pada bulan Agustus 2018 – Agustus 2021. “Pola pikir kritis adalah kemampuan untuk mencari berita dan memverifikasi berita. Dalam masa pandemi ini, banyak sekali infodemi atau kondisi dimana informasi mengenai suatu isu itu berlebihan, ada yang akurat ada yang tidak. Penting untuk mengenali berita palsu dengan memanfaatkan kemampuan berpikir kritis”, ujar Ninuk.

Dr. Eng Willem Musu menutup sesi dengan materi berjudul “Peran Orang Tua dalam Memberikan Ajaran tentang Keamanan Internet untuk Anak”. Pada sesinya, Dr. Eng memberikan beberapa cara yang dapat dilakukan oleh orang tua dalam rangka menjaga anak dari kejahatan di dunia internet di antaranya, yaitu mengenali situs dan aplikasi yang aman yang sesuai untuk usia anak, ajarkan anak untuk melindungi privasi dirinya, serta memperhatikan lokasi komputer.

Webinar literasi digital ini mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Salah satunya yaitu Khairani yang menanyakan bagaimana cara menanggapi konten negatif maupun konten yang sudah jelas menjiplak karya milik orang lain. Menanggapi pertanyaan tersebut, Joddy menjawab bahwa apabila kita menemukan konten-konten negatif maka kita dapat menegurnya. Namun, jika dirasa sudah tidak bisa ditegur, maka kita memiliki hak untuk memblokir konten-konten tersebut agar media sosial milik kita tidak diisi dengan konten negatif.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(Hs.Foto.dok.Dyandra Promosindo)

 

 

 

 

Related posts