Jakarta, GPriority.co.id – Beberapa waktu lalu, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa kembali menjadi sorotan publik saat berdebat dengan Anggota Komisi XI DPR RI, Kardaya Warnika.
Keduanya membahas terkait banyaknya WNI yang bekerja keluar negeri. Dari sisi Purbaya, dirinya menyebut hal ini terjadi karena pemerintah Indonesia yang gagal menciptakan lapangan kerja di dalam negeri. Sementara Kardaya menilai pemerintah seharusnya mendukung langkah tersebut demi kesejahteraan masyarakat.
“Jadi banyak anak yang kerja di luar negeri itu karena kegagalan kita menciptakan lapangan kerja di dalam negeri. Waktu pertumbuhan ekonomi lambat seperti itu, kemarin-kemarin,” ujarnya.
Dalam argumennya, Kardaya menyebut gaji di negara seperti Jepang atau Korea jauh lebih tinggi ketimbang di dalam negeri. Sehingga menurutnya, masyarakat Indonesia yang bekerja di luar negeri dapat lebih sejahtera.
“Kalau menurut saya, selain di dalam negeri, ke luar negeri juga didorong. Karena apa? yang penting kan kesejahteraan. Mereka kenapa keluar, karena misalkan di Jepang tuh UMR 49 juta, Korea 30 juta, Taiwan 20 juta, lihat dari situ ya mereka ke luar. Ya biarkan saja mereka itu kehendak sendiri tapi kita dorong supaya dia mempunyai kemampuan yang lebih sehingga tidak jadi pekerja yang di bawah,” tutur Kardaya.
Kardaya pun mencontohkan seperti di wilayah Pantura, banyak masyarakatnya yang justru ingin bekerja di luar negeri. Dalam hal kesejahteraan, Kardaya juga menyebut negara Filipina dan Aljazair yang kesejahteraan masyarakatnya didapatkan dari bekerja di luar negeri.
“Jadi kalau menurut saya, yang penting itu sejahtera dulu,” tegasnya.
Membalas argumen tersebut, Purbaya merasa tidak setuju. Menurutnya, pandangan tersebut hanya menguntungkan dalam jangka pendek. Terlebih saat ini pemerintah tengah menyiapkan program vokasi mulai 2026 mendatang, guna menciptakan pekerjaan yang lebih layak di dalam negeri.
“Harusnya kita buat Indonesia sejahteranya seperti Amerika. Itu yang sedang kita kejar dalam jangka panjang, 10 tahun kira-kira. Jadi target kita bukan mindahin orang ke sana, tapi kita membuat di sini bagus suasanya tanpa harus ke luar negeri. Kalo ke sana pilihannya untuk liburan boleh lah,” ujarnya.
“Jadi pak, kita berharap dengan nantinya program-program yang dijalankan oleh Pak Prabowo dengan perbaikan investasi, dengan optimalisasi belanja pemerintah, optimalisasi manajemen fiskal dan moneter, harusnya kita bisa lebih baik lagi,” pungkas Purbaya.
