Pemerintah akan Bangun Kembali Jembatan Penghubung Aceh Tamiang – Aceh Timur yang Putus Diterjang Banjir Bandang

Aceh, GPriority.co.id – Pemerintah dilaporkan akan segera membangun jembatan permanen yang menghubungkan dua kecamatan yakni Kecamatan Bandar Pusaka dan Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pada akhir 2026 ini.

Jembatan permanen tersebut juga menghubungkan antara Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Namun saat bencana banjir bandang pada akhir November 2025 lalu jembatan tersebut putus akibat tidak dapat menahan derasnya air bercampur lumpur dan batang kayu.

Melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dedi Nurfadli, Bupati Kabupaten Aceh Tamiang, Armia Pahmi mengatakan, untuk proyek pembangunan jembatan tersebut nilai anggarannya mencapai hampir Rp 126 miliar dan bersumber dari APBN.

Kata Dedi, anggaran itu sengaja dialokasikan pemerintah pusat untuk memulihkan konektivitas masyarakat yang terputus akibat bencana banjir bandang beberapa waktu lalu.

Dedi mengaku, proyek tersebut nantinya akan ditangani langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Dan saat ini masih dalam tahap penandatanganan kontrak.

“Insya Allah, jembatan penghubung Kecamatan Bandar Pusaka dan Kecamatan Sekerak di akhir tahun ini akan segera dibangun,” kata Plt Kadis PUPR Aceh Tamiang, Dedi Nurfadli, Senin, (2/10).

Sementara, kata dia, skema pelaksanaan pembangunan jembatan tersebut melalui sistem kontrak tahun jamak atau multi-years contract.

“Pembangunan ini merupakan prioritas untuk menggantikan jembatan lama yang putus diterjang banjir,” tandasnya.

Dedi menuturkan, sejak akses utama itu terputus, aktivitas warga di dua kecamatan tersebut menjadi terbatas. Hal itu dikarenakan tidak adanya pilihan lain warga dalam mendapatkan akses. Mereka hanya bergantung pada jembatan gantung dan getek.

Oleh karenanya, Dedi berharap pembangunan jembatan permanen ini nantinya mampu mengembalikan kelancaran arus transportasi, baik barang maupun jasa, sehingga mampu meningkatkan kembali ekonomi masyarakat.

Selain jembatan penghubung dua kecamatan, Dedi menyebut, pemerintah rencananya juga akan pembangunan dua jembatan lainnya secara bertahap untuk disekitar wilayah itu.

“Yakni jembatan penghubung Bandar Pusaka menuju Kampung Pematang Durian dan Kampung Baling Karang,” ujarnya.

Rencana pembangunan infrastruktur vital tersebut pun langsung mendapatkan dukungan masyarakat sekitar. Warga menyambut positif rencana pemerintah.

Datok Penghu (Kades) Kampung Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Ibrahim, menilai kehadiran jembatan permanen tersebut sangat krusial, khususnya dalam membangkitkan kembali roda perekonomian warga pascabencana.

“Dampak bencana akhir tahun lalu sangat memukul warga. Tak sekadar jembatan yang rusak, mata pencaharian masyarakat ikut lumpuh. Keberadaan jembatan permanen ini sangat berarti bagi pemulihan ekonomi warga,” tutup Ibrahim.

Foto : Zulfitra